alexametrics
Motor Dipindah, Cekcok, Hingga Pengeroyokan

Kronologi dan Fakta Penyerangan Mapolsek Ciracas

12 Desember 2018, 16:09:02 WIB

JawaPos.com – Cekcok antara juru parkir dengan anggota TNI AL di sebuah tempat pertokoan Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin (10/12), berbuntut panjang. Keributan itu berujung pada tindakan main hakim sendiri oleh sejumlah juru parkir kepada anggota TNI.

Berdasarkan data yang dihimpun, awal kejadian bermula saat anggota TNI AL Kapten Komaruddin bersama anaknya selesai memperbaiki motor di sebuah warung dekat pertokoan Arundina.

Cekcok

Kronologi dan Fakta Penyerangan Mapolsek Ciracas
Mapolsek Ciracas dibakar dan diserang massa (Dery Ridwansyah/ JawaPos.com)

Saat motornya hendak diparkir, knalpot motor Komaruddin berasap. Sehingga dia memilih turun dan memeriksa mesin motornya. Tanpa sepengetahuan Komarudin, juru parkir memindahkan motornya hingga membentur kepala anggota TNI tersebut.

Adu mulut pun tak terhindarkan di antara keduanya. Keributan itu mengundang perhatian teman-teman juru parkir lainnya. Sontak, pengeroyokan kepada Kapten Komarudin tak terhindarkan.

Pengeroyokan

Tindakan main hakim sendiri kepada anggota TNI yang mengenakan baju loreng-loreng itu diketahui oleh anggota TNI AD, Pratu Rivonanda yang tengah melintas. Pratu pun langsung melerai keributan tersebut. Niat hati melerai keributan, justru turut mendapat amukan dari para juru parkir.

“Ya (awalnya) ada seorang kapten tentara angkatan laut sedang membenarkan motor, kemudian ada tukang parkir yang memperbaiki parkirannya (dipindah) dan mengenai korban. Terlibat cekcok hingga pengeroyokan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada awak media, Rabu (12/12).

Minta Pelaku Ditangkap

Selanjutnya, pada Selasa (11/12) sekira pukul 21.00 WIB, sekitar 150 personel TNI gabungan berpakaian sipil mendatangi Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur untuk meminta polisi mengusut dan menangkap pelaku pengroyokan terhadap dua personel TNI berpakaian dinas di Cibubur. Kemudian mereka meninggalkan Mapolsek dengan konvoi menggunakan roda menuju Arundina.

Sekitar pukul 22.10 WIB, personel gabungan TNI kembali mendatangi Mapolsek Ciracas dan berkumpul di depan Mapolsek untuk melaksanakan konsolidasi.

Memanas

Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar sempat turun tangan untuk menenangkan situasi yang semakin memanas. Pada pukul 22.25 WIB, Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Yoyon Toni Surya Saputra tiba di Polsek Ciracas untuk menenangkan massa.

Pada pukul 22.30 WIB, terjadi pertemuan di ruangan Kapolsek yang diwakilkan Kapten Joko. Pertemuan itu meminta kepolisian dapat menangkap pelaku maksimal dua hari.

Selanjutnya, pada pukul 22.40 WIB Kapolres, Kapolsek, dan perwakilan dari TNI Kapten Joko memberi arahan kepada personel TNI gabungan di lapangan apel Mapolsek Ciracas. Pada kesempatan tersebut Kapolres menyampaikan kepada personel gabungan akan berusaha menangkap pelaku dalam dua hari.

Dua Orang Sipil Merekam

Situasi semakin memanas dan tiba-tiba dari belakang kerumunan personel gabungan tersebut terprovokasi oleh adanya dua orang sipil (laki dan perempuan) yang diduga merekam kegiatan tersebut.

Kedua orang tersebut sempat dianiaya dan lalu segera diamankan oleh personel POMAD di kantor polsek.

Pada pukul 22.58 WIB, personel gabungan meninggalkan Mapolsek menuju ke Arudina dan memadati lalu lintas menuju Pasar Rebo.

Anarkisme

Selanjutnya, sekitar 24.25 WIB, oknum TNI datang kembali dan mulai bertindak anarkistis. Mereka merusak dan membakar fasilitas kantor dan sejumlah kendaraan motor dan yang terparkir di halaman Mapolsek.

Situasi makin tidak terkendali dan sebagian personel meninggalkan Mapolsek. Pada pukul 01.20 WIB, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya tiba di Mapolsek Ciracas untuk menangani permasalahan.

Argo mengatakan, saat massa mendatangi Mapolsek Ciracas ditemui langsung oleh Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Tony Surya Putra dan Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar.

Saat itu pula, dijelaskan bahwa polisi tengah memburu pelaku pengeroyokan terhadap dua anggota TNI. Akan tetapi, diduga tidak puas massa akhirnya melakukan pengerusakan kantor hingga merusak puluhan mobil yang terparkir.

Tiga Polisi Jadi Korban

Akibatnya, tiga orang anggota kepolisian menjadi korban penyerangan. Argo tidak menyebutkan secara rinci ketiga anggota polisi yang menjadi korban. Hanya saja, dua di antaranya adalah Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar dan seorang driver Kapolres Jakarta Timur.

“Mereka terluka lebam-lebam. Dua sedang rawat jalan. Kalau Kapolsek masih masih dirawat di RS Polri Kramat jati,” ujar Argo.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/wiw/JPC)

Kronologi dan Fakta Penyerangan Mapolsek Ciracas