JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dokter Enrekang Mogok Kerja, Dewan Minta Manajemen RS Disanksi

12 Desember 2018, 16:11:25 WIB
Dokter Enrekang Mogok Kerja, RSUD Massenrempulu, Dokter Mogok Kerja
Ilustrasi: dokter. Dokter Enrekang Mogok Kerja, Dewan Minta Manajemen RS Disanksi (Pixabay)
Share this

JawaPos.com - Aksi mogok dokter spesialis di RSUD Massenrempulu, Sulawesi Selatan, mendapat sorotan dari Ketua DPRD Enrekang Disman Duma. Menurut dia, manajemen rumah sakit harus mendapat sanksi tegas.

Disman mengaku sudah berkordinasi dengan komisi terkait untuk menjadwalkan pemanggilan manajemen RSUD Massenrempulu. Selain manajemen, pelayanan medis juga harus diberi efek jera.

"Ini sudah keterlaluan. Hanya karena tambahan penghasilan, pasien jadi korban. Dokter sudah berpenghasilan lumayan kok sebenarnya," berangnya sebagaimana diberitakan FAJAR (Jawa Pos Group), Rabu (12/12).

Terpisah, legislator Demokrat Djayadi Sulaeman juga menyayangkan adanya aksi mogok para dokter ini. Menurutnya, manajemen RSUD Massenrempulu harus dievaluasi Pemkab. Layanan medis terhambat sudah berulang kali terjadi.

"Dokter jangan ikut-ikut mogoklah. Harusnya naluri dan tugasnya dahulu diutamakan. Kasihan kemarin ada yang jauh sudah bayar ongkos transportasi, tetapi batal berobat. Manajemen RS harus dievaluasi," tegasnya.

Diketahui, aksi mogok kerja di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang ini sebagai buntut kekecewaan dokter. Penyebabnya lantaran penghasilan tambahan mereka tak terbayarkan sejak enam bulan terakhir.

Kemarin, layanan medis RSUD Massenrempulu kembali normal. Tak ada lagi dokter mogok kerja. Wabup Enrekang Asman bahkan melakukan inspeksi mendadak. Di sana, Asman sempat merah-marah lantaran adanya aksi mogok tersebut.

"Saya cek tadi, semua sudah normal. Kami minta ini tak lagi terjadi. Ini kan sebenarnya bisa dibicarakan dengan baik," ujarnya.

Asman menambahkan, anggaran untuk tambahan penghasilan kepada para dokter sudah ada di APBD. Keterlambatan ini hanya karena persoalan kesalahpahaman administrasi. Dananya sudah dibayarkan.

"Ya mestinya dokter tetap melayanilah. Kan ada sumpahnya. Profesi mereka mulia karena berkaitan kemanusiaan. Kasian pasien ditelantarkan," sesalnya.

Asman pun mewanti-wanti bila ada persoalan yang mengganggu pelayanan kesehatan agar diselesaikan secepatnya. Bila manajemen tak sanggup, bisa segera berkomunikasi dengan pimpinan.

"Saya sudah tegur Pak Direktur. Jangan lagi ada pasien terlantar. RSUD harus profesional melayani," tegasnya.

Editor           : Fadhil Al Birra
Reporter      : (fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini