alexametrics

Perilaku Satwa Merapi Masih Normal, Kunjungan Wisatawan Mulai Sepi

12 November 2020, 12:26:50 WIB

JawaPos.com –Peningkatan aktivitas Gunung Merapi biasanya diikuti dengan perubahan perilaku satwa-satwa di sekitarnya. Misalnya, pergerakan satwa penghuni hutan Merapi yang mendekat ke arah pemukiman warga. Komandan Sar Linmas Kaliurang Kiswanta mengisahkan pengalamannya saat menjelang erupsi Merapi 2010 silam. Dia memantau ada perubahan perilaku hewan dari hutan Merapi.

“Saat mau erupsi 2010 itu, kalau monyet (perilakunya) tidak berubah. Tapi kalau yang lain ada. Seperti turunnya harimau yang mendekati pemukiman warga,” katanya seperti dikutip Radar Jogja, Kamis  (12/11).

Kiswanta mengatakan, turunnya harimau mendekati pemukiman itu diketahui dari bekas jejak kaki-kakinya yang mengarah ke selatan. Jejak kaki itu muncul menjelang erupsi tahun 2010.

Menurut Kiswanta, untuk saat ini kondisi di Kaliurang masih sama seperti hari biasa. Satwa di hutan Gunung Merapi terpantau belum mengalami perubahan perilaku sejak kenaikan status level II ‘Waspada’ menjadi ‘Siaga’ pada Kamis (5/11) lalu.

“Terkait hewan-hewan di hutan termasuk monyet (monyet ekor panjang) belum ada perubahan perilaku. Masih sama saja,” katanya.

Kendati demikian, kenaikan aktivitas Gunung Merapi mulai berdampak pada sektor wisata di Kaliurang. Jumlah wisatawan mulai menurun sejak Jumat (6/11).

“Untuk kunjungan mulai sepi. Tingkat kunjungan langsung sepi sejak Jumat (6/11). Kalau sampai tidak ada kunjungan belum pernah, cuma tidak seramai hari-hari sebelumnya,” kata Kiswanta.

Meski kondisi sepi, pihaknya tetap melakukan patroli seperti biasa. Dia mengimbau wisatawan untuk tetap waspada dengan aktivitas vulkanik Merapi dan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Teman-teman rutin patroli di objek-objek wisata untuk mengingatkan kewaspadaan juga protokol Covid-19,” katanya.

Sepinya wisatawan juga diungkapkan Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri. Dia menyebut hanya ada satu atau dua wisatawan setiap harinya. Namun pihaknya tetap melayani wisatawan untuk tur dengan rute di luar radius lima kilometer dari puncak Merapi.

“Bunker Kaliadem, Petilasan Mbah Maridjan tidak kami rekomendasikan. Hanya jarak pendek saja yang kami layani,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads