alexametrics
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

Tim Etik Dibentuk, UGM Pertimbangkan Hukuman Drop Out

12 November 2018, 18:15:05 WIB

JawaPos.comUniversitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan membentuk tim etik untuk menentukan langkah selanjutnya dalam penanganan kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa salah satu mahasiswanya. Termasuk menentukan penyelesaiannya apakah akan dibawa ke ranah hukum dan pihak pelaku di-Drop Out (DO) atau tidak.

Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna P. Sugarda mengatakan, untuk menentukan langkah ke depan, pertimbangan UGM sebagai lembaga pendidikan adalah ke ranah etik.

UGM punya dewan kehormatan, kami pikirkan langsung ke dewan kehormatan atau membentuk tim etik dulu,” katanya, seusai pertemuannya dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di UGM pada Senin (12/11).

Tim etik yang rencananya akan dibentuk ini berbeda dengan tim investigasi independen yang sebelumnya sudah ada. Tim investigasi itu telah mengumpulkan data dan informasi mengenai kronologi lengkap atas peristiwa dugaan pelecehan seksual itu.

Fakta dari tim investigasi itu akan dibawa ke tim etik. Untuk kemudian menjadi pertimbangan pihak kampus dalam menentukan langkah ke depan. “Kami tidak bisa menentukan (lamanya tim etik bekerja). Tapi secepat mungkin,” kata dia.

Konsentrasi saat ini, lanjutnya, pihak kampus lebih pada memberikan perhatian kepada korban. Terutama menjaga psikologisnya dengan mendatangkan ahli-ahli. “Akan ada tim etik yang merekomendasikan UGM ke ranah selanjutnya,” ucapnya.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menambahkan, pihak kampus akan mengikuti hasil dari tim etik dalam menentukan langkahnya. “Bagi saya, nanti akan mengikuti hasil dari tim etik itu. Kalau di-DO karena tuntutan penyintas atau publik kan nggak adil. Harus melalui proses yang semuanya memenuhi keadilan,” katanya

Lanjut Panut, penyintas harus dilindungi dan diberikan perlakuan seadil-adilnya. Keputusan tidak bisa secara pribadi, namun melalui proses dan prosedur yang berlaku. “Konsentrasi saat ini tentu melindungi korban,” ucapnya.

Sebelumnya, mahasiswa teknik UGM, HS diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap rekannya saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Provinsi Maluku pada 2017 silam. Kasus itu kembali mencuat beberapa waktu belakangan. Korban pun yang diketahui dari mahasiswi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) yang saat ini masih mendapatkan pendampingan psikologi.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tim Etik Dibentuk, UGM Pertimbangkan Hukuman Drop Out