JawaPos Radar

Kemenpar Ingin Festival MTD Masuk Kalender Nasional

12/11/2017, 15:49 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Festival Malang Tempo Doeloe
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani MSc di pembukaan Festival MTD, Jalan Ijen, Kota Malang, Minggu (12/11). (Fiska Tanjung/Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Festival Malang Tempo Doeloe (MTD) cukup menarik perhatian Kementerian Pariwisata (Kemenpar), meski sempat vakum selama empat tahun. Bahkan ada rencana untuk memasukkan even tersebut dalam kalender nasional.

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, even ini sangat bagus untuk mempromosikan pariwisata lokal. "Salah satu atraksi yang ditampilkan untuk datangkan wisatawan melalui festival," ujarnya saat menghadiri pembukaan Festival MTD di Jalan Ijen, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (12/11).

Menurutnya, festival ini menunjukkan ciri khas Kota Malang. Tidak hanya sekedar mendatangkan wisatawan, tetapi juga memberikan edukasi terkait budaya. Kemenpar sendiri menginginkan even ini masuk dalam kalender nasional. "Nantinya even-even nasional di daerah akan masuk (kalender even nasional) dan menjadi guide bagi wisatawan," tuturnya.

Tidak hanya dari pasar domestik, bahkan hingga mancanegara. Namun, lanjut Adnyani, pihaknya mengalami kendala dari pemerintah daerah terkait pelaksanaannya. Pasalnya, banyak even yang waktu pelaksanaannya tidak pasti.

Adapun indikator sebuah even daerah bisa masuk kalender nasional, yakni harus digelar rutin selama lima tahun. Sementara untuk Kota Malang sendiri sudah memenuhi kriteria. Kedepannya, tinggal menunggu respon dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pun mengatakan hal yang sama. "Sarankan kepada Dinas Pariwisata untuk dimasukkan dalam kalender even nasional. Kami sedang menyusun namanya culture even," tutur Muhadjir.

Nantinya, even budaya dari seluruh Indonesia di kompilasi menjadi kegiatan tahunan. Dia pun mengimbau agar festival MTD sudah terprogram sejak lama dan tidak mendadak, sehingga orang sudah tahu beberapa waktu sebelumnya. "Sehingga (wisatawan) bisa menghitung estimasi waktu kapan harus datang ke Malan. Untuk wisatawan mancanegara, informasi bisa dimasukkan melalui biro travel perjalanan," ulasnya.

Menanggapi hal itu, penggagas MTD sekaligus Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Dwi Cahyono menyampaikan, Kemenpar memang telah mempersilahkan agar MTD bisa masuk dalam kalender even nasional. "Tapi semuanya itu ada kuratorialnya. Nah, itu yang menentukan Kemenpar," katanya.

Untuk sementara ini, gelaran MTD bakal diadakan setiap dua tahun sekali.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up