JawaPos Radar

Usai Diperiksa Penyidik KPK 4 Jam Lebih, Tridiyah Mengaku Pusing

12/10/2018, 18:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penyidik KPK
DIPERIKSA PENYIDIK: Kepala Inspektorat, Tridiyah Maestuti menghindari pertanyaan wartawan usai diperiksa penyidik KPK di Malang, Jumat (12/10). (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi dengan tersangka Bupati Malang, Rendra Kresna, Jumat (12/10). Diagendakan, ada 7 saksi yang diperiksa oleh KPK di Ruang Bhayangkari Mapolres Malang, Kepanjen.

Salah satu saksi yang dipanggil KPK adalah Kepala Inspektorat, Tridiyah Maestuti. Tridiyah tampak masuk ke ruang pemeriksaan, sekitar pukul 12.40 WIB. Dia masih mengenakan baju yang dipakai saat menghadiri upacara HUT ke-73 Provinsi Jatim, Jumat (12/10) pagi. 

Selama sekitar 4 jam 15 menit, Tridiyah diperiksa di ruang Bhayangkari Polres Malang. Sama halnya seperti Cipto Wiyono, dia pun keluar dari pintu depan. Sementara wartawan menunggu di pintu samping. 

Penggeledahan KPK
Petugas KPK tengah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait kasus Rendra Kresna beberapa hari terakhir. (Tika Hapsari/JawaPos.com)

Begitu melihat wartawan, mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) itu segera menghindar dari sorot kamera dan pertanyaan. Padahal biasanya, Tridiyah selalu meladeni permintaan wawancara. "Saya pusing, banyak yang dipikirkan," katanya sembari masuk ke mobil Innova hitam yang sudah menunggunya. 

Dia mengaku bukan pusing karena pertanyaan KPK. Melainkan banyak masalah yang akhir-akhir ini tengah dihadapinya.

Tanpa banyak bicara, Tridiyah menyampaikan bahwa penyidik KPK hanya menanyakan seputar tupoksi di Inspektorat. Menurut Tridiyah, pertanyaannya tidak menyinggung soal kebijakan di BLH (sekarang menjadi DLH). "Hanya seputar Tupoksi saja, tidak ada yang lainnya," kata dia. 

Lebih lanjut, Tridiyah menyampaikan, penyidik KPK hanya bertanya tiga hingga lima pertanyaan. Tidak lebih dari itu. "Ya tiga, empat, lima. Sudah ya," katanya sembari berlalu. 

Sebagai informasi, hari ini penyidik KPK memeriksa sembilan orang saksi. Dua diantaranya, mantan Sekda Kota Malang Cipto Wiyono dan Priyatmoko Oetomo. Mereka diperiksa untuk perkara suap terhadap anggota DPRD Kota Malang.

Sebelumnya Cipto pernah pula diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Mochamad Anton yang saat itu merupakan Wali Kota Malang. Anton terjerat kasus dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun 2015. Puluhan anggota DPRD Kota Malang ditersangkakan oleh KPK karena menerima suap. 

Selain kedua orang tersebut, KPK juga memanggil Sekretaris DLH Sampurno, Tridiyah Maestuti yang sekarang menjabat sebagai Kepala Inspektorat, Dwi July sebagai Kasubag Keuangan DLH, Bendahara DLH Sophia L, Riki H dari pihak swasta. Kemudian, juga memeriksa Thory dan Imron dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Mereka diperiksa untuk kasus dugaan suap dalam DAK 2011 serta gratifikasi dengan Bupati Malang, Rendra Kresna sebagai tersangka.Hingga berita ini ditulis, sebagian saksi masih dimintai keterangan di ruangan Bhayangkari.

(tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Bupati Malang Dinilai Ksatria 12/10/2018, 18:30 WIB
Bupati Malang Mengaku Jadi Tersangka 12/10/2018, 18:30 WIB
KPK Geledah Pendopo Kabupaten Malang 12/10/2018, 18:30 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up