JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mengejutkan! Ini Hasil Tes DNA Tiga Bocah yang Disekap di Makassar

12 Oktober 2018, 13:45:17 WIB | Editor: Dida Tenola
Mengejutkan! Ini Hasil Tes DNA Tiga Bocah yang Disekap di Makassar
Kasatreskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono. (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar telah menerima hasil pemeriksaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) terhadap Meilania Detaly alias Memei. Perempuan berusia 31 tahun itu merupakan tersangka penyekapan, penelantaran, dan penganiayaan terhadap tiga orang bocah. Mereka adalah OW, 11; US, 5; DV, 2,5. 

Kasatreskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan, dari hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Makassar, ditemukan sejumlah fakta mengejutkan. Fakta itu terkait hubungan darah antara Memei dengan tiga bocah yang dianiaya olehnya. Salah satu bocah tersebut, positif masih darah daging Memei.

"Penyidik telah mendapatkan hasil spesimen, baik darah maupun rongga mulut. Ditemukan bukti bahwa bocah laki-laki, OW, adalah anak kandung dari tersangka  (Memei)," jelas Wirdhanto, Jumat (12/10).

Mengejutkan! Ini Hasil Tes DNA Tiga Bocah yang Disekap di Makassar
Petugas P2TP2A Makassar menggendong US, salah seorang bocah yang disekap, ditelantarkan, dan dianiaya oleh Memei. (Istimewa)

Selain itu, juga didapat fakta lain. Bocah laki-laki lainnya, yakni DV, merupakan anak kandung dari seorang perempuan berinisal S. Sebelumnya S memang mendatangi kantor polisi. Dia mengklaim bila DV adalah putranya.

Dari sana, polisi kemudian menyertakan S untuk ikut dites DNA. Uji DNA itu juga dilakukan terhadap suami S. Setelah tiga minggu menunggu, pasangan suami istri itu bisa bernapas lega. Hasil tes DNA menjadi bukti sahih bahwa DV adalah anak kandung mereka.

Sedangkan untuk bocah perempuan, US, masih belum diketahui orang tua kandungnya. Dari hasil pemeriksaan darah dan rongga mulut, DNA US tidak cocok dengan Memei. Artinya US bukan putri kandung Memei.

Oleh sebab itu, polisi akan segera berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar. Mereka akan terus berupaya untuk mencari keluarga US.

"Untuk US, saat ini kami masih koordinasi dengan tim P2TP2A. Harapannya bisa diinformasikan kepada khalayak ramai terkait dengan orang tua kandung US,” tambah Wirdhanto.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2003 itu melanjutkan, hasil tes DNA tidak akan berpengaruh pada status hukum Memei. Dia tetap tersangka. Meskipun salah satu korban penganiayaan adalah anak kandungnya sendiri (OW, Red). "Sama sekali tidak memengaruhi status penyidikan yang sudah berjalan. Semua unsur telah terpenuhi, tersangka terbukti bersalah melakukan penelantaran hingga penganiayaan,” lanjutnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pengambilan sampel darah sebagai rangkaian tes DNA berlangsung di Mapolrestabes Makassar, Kamis tiga pekan lalu (20/9). Sampel itu kemudian dibawa untuk diuji di Labfor Mabes Polri cabang Makassar.  Tes DNA bertujuan untuk mencari tahu orang tua kandung tiga bocah yang dianiaya oleh Memei.

Memei sendiri dijerat Pasal 77 dan 76 B, juncto Pasal 80 ayat 1 juncto Pasal 76 C, Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 44 ayat 1 UU nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). 

(ce1/rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up