JawaPos Radar

Pengakuan Mendagri Usai Kantornya Diserang Pendukung Cabub Tolikara

12/10/2017, 09:10 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kerusuhan di Kemendagri
Mendagri Tjahjo Kumolo (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Pasca kerusuhan yang terjadi di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kemarin, Menteri Tjahjo Kumolo mengeluarkan statement terkait Pilkada Tolikara 2017.

Mendagri Tjahjo Kumolo dalam keterangannya menyebut sudah dua kali menemui massa. "Pertama, saya terima di ruang kerja menteri dan semalam (Selasa malam) saya terima di depan kantor Kemendagri," tulisnya melalui pesan singkat.

Respons Tjahjo Kumolo ini buntut dari ketidakpuasan dari pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Tolikara nomor urut 3, John Tabo dan Barnabas Weya. Akibat peristiwa tersebut, tujuh petugas pengamanan dan pegawai terluka ringan. Kepala dan tangan tiga orang lainnya harus dijahit karena robek.

Kerusuhan di Kantor Kemendagri (Youtube)

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Pemicunya adalah kekecewaan massa yang hanya ditemui Dirjen Otonomi Daerah (Otda) serta Dirjen Politik dan Pemerintahan (Polpum). Massa ngotot ingin bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Tanpa basa-basi, 15 orang itu merangsek masuk ke kantor. Petugas pengamanan yang berjaga tidak mampu membendung mereka. Sejumlah pot bunga dan kaca mobil dipecahkan. Petugas pengamanan akhirnya membalas. Aksi saling lempar sempat terjadi sebelum Polsek Gambir membubarkan massa aksi.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono menjelaskan, massa pendukung pasangan calon John Tabo-Barnabas Weya tersebut ingin menyampaikan aspirasinya terkait dengan Pilkada Tolikara 2017. Mereka tidak puas dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan pasangan nomor urut 1, Usman Wanimbo dan Dinus Wanimbo.

Sumarsono menuturkan, pihaknya selalu terbuka dengan aspirasi masyarakat. Hanya, tidak semua bisa langsung dipertemukan dengan Mendagri. Kebetulan, kemarin (11/10) Mendagri bertugas di luar daerah. ''Ditemui dua Dirjen eselon satu itu sudah bagus. Biasanya hanya staf eselon tiga atau kepala humas,'' ujarnya dalam konferensi pers setelah peristiwa di kantornya.

Soal tuntutan massa, pria yang akrab disapa Soni itu sulit memenuhinya. Sebab, MK sudah memutuskan untuk menolak gugatan pasangan calon nomor 3 dan memenangkan calon nomor 1. Putusan MK bersifat final dan mengikat. ''Mendagri pasti akan mengeluarkan SK (menetapkan bupati) sesuai dengan putusan MK,'' jelasnya. Dia juga meminta masyarakat untuk dewasa dalam berdemokrasi. Dalam setiap kontestasi, paslon harus siap menang dan kalah.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Arief Eddie menyatakan, pihaknya langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Metro Jaya. Menurut dia, aksi kekerasan yang dibarengi perusakan tidak dibenarkan. ''Kami melaporkan telah terjadi perusakan aset milik negara,'' terangnya. Beberapa aset negara yang rusak adalah pot bunga, kaca ruang-ruang perkantoran, hingga beberapa mobil dinas.

Arief menambahkan, berdasar informasi kepolisian, ada 15 pelaku yang diduga sebagai pelaku perusakan. 

video

(far/c14/fat)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up