Waduh! Tiru Aksi Dimas Kanjeng, Wali Palsu Bawa Kabur Rp 200 Juta

12/09/2018, 18:10 WIB | Editor: Dida Tenola
Amar (tengah), tersangka penipuan yang mengaku bisa menggandakan harta benda (Tika Hapsari/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Masih ingat dengan aksi Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng? Aksi tipu-tipu bermodus menggandakan harta benda ala Dimas Kanjeng itu rupanya ditiru Amar, 55, warga Kabupaten Bandung.

Dia menipu, Muslih, 54, warga Kepanjen. Hasilnya tidak main-main, pelaku meraup Rp 200 juta. Muslih yang membuka usaha bengkel itu tergiur dengan janji Amar. Amar mengaku dirinya bisa melipat gandakan harta benda.

Kanit Reskrim Polsek Kepanjen Iptu Supriyadi  menjelaskan, sama seperti Dimas Kanjeng, Amar juga punya jamaah. Dia menahbiskan dirinya sebagai wali.

Kepada para pengikutnya, Amar mengaku bisa menarik harta karun secara ghaib. Agar lebih percaya, Amar melakoni ritual abal-abal tersebut di tempat praktiknya.

Pria tersebut menggelar ritual di Dusun Legok, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Saat melakoni ritual, Amar menunjukkan beragam perhiasan emas, yang ternyata palsu.

Tentu saja pengikutnya tergiur oleh iming-iming wali palsu. Agar harta bisa berlipat ganda, para pengikut Amar harus menyerahkan mahar. ”Pelaku mengaku bisa menggandakan mahar ratusan juta jadi miliaran rupiah. Kasusnya baru terbongkar setelah ada korban yang melapor," jelas Supriyadi di Mapolsek Kepanjen, Rabu (12/9).

Setelah memberi mahar Rp 200 juta dan menjalani ritual, Muslih diberi kotak kayu dan koper. Kata Amar kepada Muslih, koper tersebut uang miliaran rupiah dan perhiasan.

Namun Muslih kecele. Alih-alih hartanya berlipat, saat koper dibuka di rumah, isinya cuma amplop dan potongan kertas. Perhiasan yang dijanjikan ternyata juga palsu. Isinya hanya minuman kemasan dan emas imitasi.

Supriyadi menambahkan, pelaku  sempat kabur. Namun pada akhirnya polisi berhasil mengendus jejak pelariannya. ”Kami juga amankan barang bukti berupa alat ritual seperti botol, pisau berwarna emas hingga kemenyan,” tambah Supriyadi.

Selain itu, ada beberapa benda yang turut diamankan. Antara lain 148 perhiasan emas imitasi, 12 patung berwarna emas, botol berisi batu, tujuh kardus berisi potongan kertas, amplop, tas, serta kotak kayu beserta koper. Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Amar terancam hukuman pidana penjara paling lama empat tahun.  

 

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi