Tiga Bocah SD yang Telan Ineks Sudah Diizinkan Pulang

12/09/2018, 13:19 WIB | Editor: Dida Tenola
Ilustrasi narkoba (Dokumen JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Tiga anak Sekolah Dasar (SD) yang sempat menelan pil ekstasi atau ineks sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Meskipun begitu, mereka belum masuk sekolah.

"Untuk tiga anak belum masuk sekolah, masih istirahat di rumahnya. Tapi kondisi anaknya sudah baik. Hanya butuh istirahat dulu," kata Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, Rabu (12/9).

Ketiga anak asal Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, itu berinisial J, 7; MAM, 9; dan Z, 8. Mereka mendapat barang haram tersebut dari seorang temannya berinisial R, 8. 

Kejadian berawal ketika seorang balita perempuan berinisial N, 2, anak dari H, menemukan sebutir pil berwarna hijau di dalam mobil, Senin (10/9) siang. Awalnya, N mengira pil itu adalah permen. Kemudian dia memberitahukan kepada kakaknya R.

Oleh R, pil yang dikira permen itu malah dipotong menjadi empat bagian. Kemudian R memberikan kepada empat orang temannya. Setelah mengonsumsinya, tiga dari empat anak itu langsung mengeluh pusing.

Tiga anak yang mengalami efek pusing adalah J, MAM, dan Z. Ketiganya langung dilarikan ke Puskesmas Bukit Batu. Sedangkan satu anak lain berinisial F tidak sampai memakan pil tersebut karena merasa pahit. Pil itu langsung dibuang oleh F. "Setelah mendapatkan informasi itu, kami langsung membawa H beserta mobilnya ke Mapolsek Bukit Batu. Disana dia diinterogasi dan digeledah. Kami temukan diduga pil ekstasi warnah hijau. Mirip dengan yang dibagi-bagikan anaknya," jelas Yusup.

Polisi juga melakukan tes urine terhadap H. Hasilnya, H positif mengonsumsi zat amphetamine. "Dia diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut," lanjut Yusup.

H sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia diamankan bersama barang bukti berupa satu unit mobil dan beberapa butir ekstasi warna hijau. 

Menurut pengakuan H, ineks yang ditelan oleh anak-anak tersebut merupakan sisa saat dirinya pulang dugem pada Minggu (9/9) malam. ”Hasil awal interograsi, sebelum kejadian anaknya mengisap ekstasi sisa (dugem). H dugem bersama teman-temannya di Pekanbaru,” pungkas Yusup.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi