JawaPos Radar

Sungai Bontang Menghitam dan Keluarkan Bau Tak Sedap

12/09/2018, 05:10 WIB | Editor: Estu Suryowati
Sungai Bontang Menghitam dan Keluarkan Bau Tak Sedap
Sungai Bontang menghitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Kondisi ini sempat viral di media sosial. (Sumber: Akun Facebook Abu Dhastan)
Share this image

JawaPos.com - Air Sungai Bontang mendadak berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau tak sedap, Selasa (11/9) siang kemarin. Perubahan warna yang terjadi tiba-tiba ini sempat diviralkan oleh akun Abu Dhastan di forum jual beli Facebook.

Menurut warga sekitar, Mardi, kondisi ini sudah sering terjadi. Bahkan pria berusia 27 tahun itu menyampaikan, kondisi memprihatinkan tersebut bisa berlangsung lama jika Kota Taman tak diguyur hujan.

"Ya kami terpaksa tahan-tahan saja baunya. Mau bagaimana lagi kalau tak hujan," kata dia dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Group), Rabu (12/9).

Tak ingin menunda-nunda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang langsung menuju sungai dan mengambil sampel air di empat titik untuk diuji laboratorium.

Pengendali Dampak Lingkungan Sri mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel di sekitar Bontang Kuala, di dekat Masjid Al-Wahab, dekat Kelurahan Api-Api, dan air sungai dekat pabrik tahu di Gang Atletik 9.

"Kami mengambil sampel untuk diuji sesuai parameter air sungai kelas I dan disesuaikan dengan alat laboratorium yang ada di kantor kami," jelas Sri.

Sri menjelaskan, pihaknya mencurigai adanya pencemaran air sungai oleh limbah domestik. Limbah domestik yang dimaksud berupa limbah rumah tangga, bengkel, dan juga industri tahu dan tempe.

"Saya curiga ini endapan, karena sampel air sungai yang diambil itu bening," ujarnya.

DLH Bontang, lanjut Sri, sudah pernah mengambil sampel sedimen sungai Bontang yang diuji laboratorium di Samarinda. Hasilnya, masih menunggu dari lab di Samarinda.

Sementara untuk uji lab air sungai ini hanya dilakukan di DLH Bontang dan hasilnya keluar paling cepat dalam tiga hari. "Karena laboratorium milik DLH Bontang belum terakreditasi jadi hanya bisa untuk memantau saja kondisi awal sungai," terang dia.

Sri mengimbau, agar masyarakat sekitar bantaran sungai lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah ke dalam sungai. Karena, limbah domestik atau limbah rumah tangga seperti air mandi, bekas cuci baju, dan cuci piring mempengaruhi air sungai.

"Setiap ada jembatan akan kami telusuri untuk mencari tahu berapa banyak Kepala Keluarga (KK) sepanjang sungai Bontang," tukasnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up