alexametrics

Pengamat Minta Pemprov DKI Tak Hanya Fokus di Kali Item

12 September 2018, 08:25:21 WIB

JawaPos.com – Penanganan sungai di Ibu Kota Jakarta dinilai belum menyeluruh. Menyambut Asian Games 2018 beberapa waktu lalu, hanya Kali Sentiong atau Kali Item saja yang menjadi fokus penanganan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Hal itu dikarenakan letak Kali Item yang berdekatan dengan Wisma Atlet di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat yang menjadi tempat menginap para atlet. Namun faktanya masih banyak sungai di Jakarta yang kondisinya memprihatinkan.

Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan, penanganan sungai seharusnya dilakukan secara tuntas. Mulai dari hulu hingga hilir. Penanganan tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong karena tidak akan menuntaskan banjir.

“Penanganan banjir itu harus dilakukan dari hulu sampai hilir, kalau cuma sepotong ya percuma saja. Sungai cuma dibersihkan di bagian tengah saja tidak akan berpengaruh,” kata Nirwono, Rabu (12/9).

Kendati demikian dia mengapresiasi penanganan Kali Item oleh Pemprov DKI Jakarta yang tidak lagi menimbulkan bau. Padahal penanganannya dilakukan dalam waktu singkat. “Nah kalau di Kali Item bisa kenapa di tempat lain nggak bisa? Harusnya juga bisa diterapkan di sungai lainnya,” tambah Nirwono.

Sehingga menurut Nirwono penanganan kali tidak sekadar untuk mengejar satu perhelatan saja. Tetap tuntas menyentuh semua lokasi. Karena hal ini akan berpengaruh pada penanganan banjir di ibu kota.

Beberapa penanganan Kali Item seperti pemasangan waring hitam untuk mengurangi bau, pemompaan, pemasangan nanobubble, serta proses injection untuk mikrobiologinya.

Mengenai banjir, lanjut Nirwono merinci ada empat jenis banjir yang melanda Jakarta. Pertama yakni banjir lokal, kondisinya Jakarta hujan lebat sementara Bodetabek tidak hujan. Kedua banjir rob, terjadi saat bulan purnama membuat permukaan air laut naik.

Ketiga adalah banjir kiriman, kondisinya di Jakarta cerah namun daerah hulu terjadi hujan. Biasanya disebut banjir kiriman dari Bogor. “Keempat yakni banjir besar, yang merupakan akumulasi dari ketiga banjir sebelumnya. Banjir ini biasanya waktu dan tipe sama, seperti empat tahunan,” ujarnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (ce1/rgm/JPC)

Pengamat Minta Pemprov DKI Tak Hanya Fokus di Kali Item