Nari di Hadapan Emak Milenial Bikin Sandi Keringetan

12/09/2018, 17:13 WIB | Editor: Yusuf Asyari
CINTA BUDAYA: Sandiaga Uno ketika berkunjung ke KBP Malang. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pesona Sandiaga Uno, calon wakil presiden pasangan Prabowo Subianto di hadapan para emak-emak memang tidak ada matinya. Selama di Malang, Rabu (12/9), Sandi selalu menjadi magnet bagi para ibu. 

Seperti saat berkunjung ke Kampung Budaya Polowijen (KBP), Rabu (12/9). Sandiaga langsung menjadi sasaran selfie ibu-ibu. Bahkan ketika panitia meminta agar para ibu menyingkir, mereka tetap saja mengambil tempat dan selfie. 

Mantan Wagub DKI Jakarta itu diajak berkeliling di KBP. Didampingi penggagas KBP, Isa Wahyudi atau lebih dikenal dengan Ki Demang. 

Dia juga disambut dengan tarian Beskalan yang mengiringi langkahnya. Para penari cilik binaan KBP juga menyambut kedatangannya. 

Ki Demang tampak menerangkan asal usul KBP yang diyakini merupakan tempat kelahiran Ken Dedes. Juga cerita lengkap soal sejarah topeng. 

Sandi juga disambut dengan tari Topeng Bapang yang dibawakan oleh penari cilik KBP. Di tengah pertunjukan tari, tiba-tiba dia diminta untuk menari. Mengenakan sampur atau selendang warna kuning, Sandi menirukan setiap gerakannya. 

Meskipun kagok alias terlihat tidak luwes, namun pesona Sandi tetap mampu menarik perhatian para emak. Tetap saja, dia mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari para ibu. 

Tidak sedikit yang terpekik ketika melihat Sandi menari. Meski beberapa kali tampak salah menirukan gerakan, sepertinya laki-laki berlatar belakang pengusaha itu selalu benar di mata emak milenial. 

"Lucu, Bang Sandi tetap ganteng," celetuk salah seorang ibu. 

Meskipun tampak kagok, namun Sandi berhasil menyelesaikan tarian dengan tuntas. Dia pun dihadiahi tepuk tangan meriah dari para emak. 

"Senam aerobik model tari topeng, keringetan saya," katanya berkelakar. 

Sandi berpendapat, seluruh warisan budaya harus dilestarikan. Warisan budaya dia nilai bisa untuk menggerakkan ekonomi. 

Dia mencontohkan KBP yang baru berusia 1,5 tahun.  Namun sudah bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan. Misalnya saja pembuatan topeng atau batik. 

"Ini bagian dari menggerakkan ekonomi akar rumput. Pak Prabowo berpesan, keberagaman dan toleransi harga mati," tegas dia. 

Dari sektor pariwisata dan budaya juga, bisa menciptakan ribuan lapangan pekerjaan. Sehingga, nantinya pengangguran bisa berkurang dengan optimalisasi pariwisata. 

"Zaman sekarang cari kerja susah apa gampang? Atau susah banget? Dengan mendorong pariwisata dan budaya, bisa menciptakan lapangan kerja," katanya. 

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi