Material SIM Belum Stabil, Pencari Harus Tunggu hingga Tiga Bulan

12/09/2018, 15:50 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
PELAYANAN SIM: Seorang anggota kepolisian tengah melayani pembuatan KTP di Samsat Keliling beberapa waktu lalu. (Galih Cokro/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Distribusi material Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polresta Solo sampai saat ini belum stabil. Akibatnya, para pencari atau warga yang hendak melakukan perpanjangan SIM harus mengantre hingga lebih kurang selama tiga bulan.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Imam Syafii mengungkapkan, untuk distribusi material SIM sebenarnya terus berjalan. Hanya saja jumlah material yang didistribusikan tidak sebanding dengan jumlah pencari SIM yang ada. Sehingga, untuk pencari atau yang memperpanjang SIM tidak bisa mendapatkan SIM baru melainkan hanya mendapatkan surat keterangan (Suket) yang berfungsi sebagai pengganti SIM.

"Kalau distribusi material terus berjalan, tapi jumlahnya kan tidak sesuai dengan permintaan. Ya harus menunggu dulu, " katanya kepada JawaPos.com, Rabu (12/9).

Lama waktu tunggu untuk SIM baru kata Kasatlantas sampai dengan tiga bulan. Hal ini karena, pihaknya juga harus menunggu datangnya material dari pusat. Sedangkan untuk material yang ada saat ini diperuntukkan bagi para pencari SIM yang sudah mengurus sejak beberapa bulan yang lalu.

"Ya harus menunggu, bisa sampai dengan tiga bulan lamanya. Karena kami tetap mencetakkan para pencari SIM yang sudah mengurus awal atau beberapa bulan lalu," urainya.

Tidak mencukupinya material SIM ini salah satunya disebabkan karena membludaknya pencari SIM di Satlantas Polresta Solo. Imam mengatakan, para pencari SIM tersebut tidak hanya warga Solo saja, tetapi banyak juga warga luar Solo yang mencari SIM di Solo.

"Biasanya mereka adalah warga yang tinggal di perbatasan seperti warga Sukoharjo dan Karanganyar. Dalam sehari rata-rata ada ratusan pencari SIM lebih kurang 200 orang per hari," pungkasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi