JawaPos Radar

Kronologi Tertancapnya Besi Pagar di Dagu Bocah 10 Tahun

12/09/2018, 21:07 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Kronologi Tertancapnya Besi Pagar di Dagu Bocah 10 Tahun
Fikri bocah yang dagunya tertancap besi pagar mendapat perawatan (Gobang Mahardika/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Malang nasib yang dialami Fikri Aditya Sapuro. Bocah 10 tahun itu mengalami luka serius di bagian dagu tertancap besi pagar. Saat itu korban hendak mengambil bola yang masuk pekarangan rumah warga  RT 01 RW 01 Kelurahan Harapan mulya, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat siang (7/9).

Kejadian mengenaskan itu terjadi ketika Fikri mengajak teman sekelasnya di SDN 01 Pagi Bungur, Senen, Jakarta Pusat untuk mengambil bola yang masuk pekarangan rumah kosong. Ajakan itu terjadi sehari sebelum Fikri mengalami nasib buruk. 

Ibu korban Nina Aryanti, 41, mengatakan, Fikri sudah diperingatkan oleh temannya agar tidak memanjat pagar tempat bola tersangkut. Namun, korban tetap memanjat. Apes, kaki Fikri terpeleset akibat pagar besi yang menjadi pijakannya licin. Akibatnya, dagu bocah mungil itu tertancap pagar besi. 

Kronologi Tertancapnya Besi Pagar di Dagu Bocah 10 Tahun
Fikri bocah yang dagunya tertancap besi pagar mendapat perawatan (Gobang Mahardika/JawaPos.com)

"Udah dikasih tau sama teman-temannya agar dia jangan memanjat pagar. Musibah itu datang, kaki anak saya terpeleset dan dagunya tertancap dipagar besi yang runcing" ujar Nina.

Teman-teman bocah malang itu hanya bisa berteriak meminta bantuan kepada warga yang berada disekitar. Selang beberapa waktu, pagar berhasil dilepaskan dari pondasinya oleh petugas medis dan petugas kebakaran yang dengan sigap datang ke tempat kejadian peristiwa itu.

Fikri mengalami luka parah di bagian dagunya. Korban dilarikan ke RSPAD untuk mencabut besi pagar yang masih tertancap didagu Fikri. 

Selain itu, Nina juga mengungkapkan terimakasih dan merasa sangat senang dengan Kapolsek Metro Senen Jakarta Pusat, Kompol Indra S Tarigan. Polisi menemani keluarga selama proses operasi yang berlangsung empat setengah jam. 

"Saya senang banget, pak Kapolsek Pasar Senen nemenin Fikri dan keluarga dari saat mulai hingga operasi selesai" ungkap Nina. 

Setelah operasi berlangsung, kini Fikri dimendapatkan perawatan intensif di ruangan bedah anak, kamar 109, lantai 1 RSPAD Gatot Subroto. 

Nina juga mengatakan, Fikri harus mengkonsumsi makanan dalam bentuk cair beberapa kali dalam sehari. "Makanan masih bentuk cairan, saya kasih lima gelas (susu berlemak) dalam satu hari" pungkas Nina. 

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up