Ketakutan di Balik Harapan Kesembuhan Wahyuni

12/09/2018, 19:30 WIB | Editor: Budi Warsito
Kondisi Wahyuni di RS Pirngadi Kota Medan. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wahyuni, Bayi penderita pembengkakan pembuluh darah saat ini telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pirngadi, Medan. Namun, kondisinya masih sangat memprihatinkan.

Meskipun begitu, setidaknya ia telah mendapatkan perawatan dari tim medis. Kepalanya pun sudah diperban, tidak seperti saat dirawat di Sibolga. Dimana kepalanya hanya dialasi daun pisang, agar darah dan nanah di kepalanya tidak lengket.

Sang Ibu, Dewi Sartika Hutahuruk,28, tampak begitu sabar menjaga sang anak. Sesekali, Dewi mengelus kepala bayi berumur dua bulan itu. Wajahnya masih murung, melihat anak bungsu 4 bersaudara itu masih terbaring lemas.

Kondisi Wahyuni di RS Pirngadi Kota Medan. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

"Setiap hari anak saya ditambah darah. Lumayan baik perawatannya di sini," kata Dewi Sartika, Rabu (12/9).

Meski harus melakukan transfusi darah setiap hari, Dewi kini tak pusing lagi memikirkan biaya pengobatan anaknya. Karena, pengobatan Wahyuni yang dicover BPJS. Ini menjadi harapan baru untuk kesembuhan Wahyuni.

Harapan Dewi, anaknya bisa segera dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik. Dia pun sudah mendengar kabar pemindahan anaknya tersebut. "Ada dokter bedah yang bilang sama saya. Karena alat di sana lebih lengkap," katanya.

Namun ternyata, dibalik harapannya Dewi punya ketakutan. Hal itu dikarenakan, dia banyak mendengar kabar tidak sedap soal RSUP H Adam Malik. Kabar itu menyatakan, pasien yang di rawat di sana tidak bertahan lama.

"Jujur, kalau dipindahkan ke Adam Malik takut diriku, karena penanganan disana takutnya tidak sesuai. Apalagi dari kampung banyak yang rujuk ke Adam Malik tapi penanganan kurang serius dan banyak yang meninggal. Makanya aku takut anakku kenapa-kenapa. Secara enggak langsung kan anakku seolah dibuang kesana," ujarnya cemas.

Meski harus dipindahkan ke Adam Malik lanjutnuya, anak tercintanya itu tidak langsung dioperasi. Karena, beradasarkan keterangan dokter, Wahyuni belum bisa dioperasi. Karena Wahyuni harus pulih terlebih dahulu.

"Saya berharap anak saya cepat sembuh. Rindu kami dengan senyumannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Hukum dan Humas RSUD Piringadi Medan, Edison Peranginangin belum bisa dikonfirmasi terkait alasan rencana pemindahan Wahyuni Aritonang ke RSUP Haji Adam Malik. Ia sedang tidak berada ditempat saat akan dikonfirmasi. Menurut keterangan petugas keamanan, ia sedang pergi dan belum kembali.

Perlu diketahui, Wahyuni mendapatkan penanganan yang cukup baik di RSUD Pirngadi diantaranya kondisi Wahyuni sudah membaik dan kepala sudah tidak bernanah dan mengeluarkan aroma busuk lagi.

Terlebih dengan kondisi kepalanya yang sakit akibat penyumbatan pembuluh darah, hampir setiap malam Wahyuni sering meronta dan harus ditemani oleh ibunya. Sesekali dia menangis lantaran merasa panas dan sering terjadi demam.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi