Kebakaran di Gunung Sindoro, Pawang Hujan Dikerahkan

12/09/2018, 15:51 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
ILUSTRASI: Kebakakaran hutan. (Joko Hardyono/Radar Sampit/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing masih dilanda kebakaran hutan dan lahan. Memasuki hari ke-5, kebakaran terus meluas ke area lain. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) akan mengerahkan pawang hujan untuk membantu memadamkan api.

Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan, pelibatan pawang hujan diyakini dapat membantu upaya pemadaman. Tak hanya di Gunung Sindoro dan Sumbing, tetapi di Gunung Lawu, Karanganyar, yang diketahui juga terbakar lahannya.

"Yang saya bisa dorong adalah tadi pagi sudah perintahkan ke seluruh kalak di Karanganyar, Temanggung, Wonosobo dan Magelang untuk menggunakan kearifan lokal. Menghadirkan pawang hujan. Karena kalau kami pakai water bombing dari pesawat, nggak mungkin," ujar sarwa saat di Hotel Patrajasa, Semarang, Rabu (12/9).

Tidak adanya sumber air di sekitar lokasi kebakaran membuat water bombing tak bisa dilakukan. Kasusnya berbeda dengan kebakaran lahan di Riau atau Kalimantan. Kalaupun ada waduk atau embung, tetap mustahil melakukan water bombing karena medan yang terbilang berbahaya buat pesawat.

"Paling tidak (pawang hujan) bisa menghadirkan hujan semalam saja. Paling tidak satu dua jam selesai, karena memang nggak terlalu besar," sambung Sarwa.

Api telah melahap sekitar 552 hektare lahan di Gunung Sindoro Sumbing. Sementara di Gunung Lawu, are terdampak kebakaran seluas 5,5 hektare.

Sarwa sendiri mengaku pernah memberangkatkan sejumlah pawang hujan ke Riau atas instruksi BNPB saat ada kebakaran lahan. Menurutnya, langkah itu berhasil dalam upaya pemadaman. "Nanti bisa nggak, BMKG kami dorong untuk mengumpulkan awan di sana," imbuhnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi