Fakta Terbaru dari Bus Maut di Sukabumi, Sempat Ada Kebocoran Solar

12/09/2018, 15:35 WIB | Editor: Ilham Safutra
Petugas dan warga mengevakuasi korban kecelakaan bus di Sukabumi, Jawa Barat. (Radar Sukabumi/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Hingga kini polisi masih melakukan pengumpulan dan analisis sejumlah alat bukti terkait kecelakan maut di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9). Belum ada tersangka yang ditetapkan dari kejadian yang menewaskan 21 karyawan Catur Putra Grup (CPG) Bogor itu.

"Masih proses sidik," kata Kabidhumas Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko kemarin (11/9).

Disinggung tentang hasil sementara penyidikan, dia enggan memberikan keterangan. "Ya, itu teknis ya. Tunggu saja nanti dari penyidiknya tentang perkembangan penyidikan."

Petugas dan warga mengevakuasi korban kecelakaan bus di Sukabumi, Jawa Barat. (Radar Sukabumi/Jawa Pos Group)

"Penyidikan ada tahap atau prosesnya, SOP manajemen penyidikan karena masalah fakta hukum dan pembuktian, atau berdasar pada alat bukti untuk tentukan tersangka," tambahnya.

Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Budi Agung Maryoto menyebutkan, hingga saat ini kepolisian belum menentapkan tersangka pada kasus kecelakaan tersebut. Meski demikian, dia menyatakan, beberapa saksi mulai diperiksa. "Siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa itu sudah ditangkap. Namun, status tersangka, masih dalam pemeriksaan," katanya.

Soal kernet yang mengemudikan bus hingga mengalami kecelakaan, Agung pun belum bisa menarik kesimpulan.

Saksi kejadian, Tisna Pratama, warga Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak menampik bahwa bus yang ditumpanginya sempat mengalami kebocoran solar hingga dua kali.

Dia mengungkapkan, kebocoran pertama terjadi saat mereka tiba di Lido. Kemudian, bus kembali berhenti di Cikereteg karena mengalami hal yang sama. Baru setelah diperbaiki, bus melanjutkan perjalanan dengan perlahan. Saat memasuki Jalur Cikidang, sopir memacu bus dengan kencang. 

(yul/ign/c5/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi