Cerita Korban Selamat Dari Kebakaran: Istri dan 2 Anakku Meninggal

12/09/2018, 09:55 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ruko yamg menjual parcel di Jl Bulukunyi Makassar terbakar Selasa 11 September subuh. Dalam kebakaran tersebut ditemukan tiga korban meninggal, ibu dan dua anak. (EDY ARSYAD/FAJAR/JPG)
Share this

JawaPos.com - Kebakaran yang melanda rumah Abdul Rahim di Bulukunyi, Makassar, kemarin (11/9) menyisakan kesedihan mendalam. Kobaran api di dini hari itu merenggut nyawa istri dan dua anaknya.

Rahim selamat dari peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 03.30 Wita tersebut. Dia bersama anak bungsunya, Aderaka, 4, lolos dari kobaran api setelah meloncat dari lantai 2.

Sayang, istrinya, Rosmiati, 40, tak berhasil menyelamatkan diri. Pun demikian dengan dua putrinya, Radianti, 19, dan Rafika Nur Safitri, 11. Rosmiati dan Rafika sebenarnya sudah hampir selamat. Saat itu, bersama Rahim dan Aderaka, keduanya naik ke lantai 2. Ketika naik ke lantai 2, si jago merah sudah berkobar hebat di lantai 1.

Ruko yamg menjual parcel di Jl Bulukunyi Makassar terbakar Selasa 11 September subuh. Dalam kebakaran tersebut ditemukan tiga korban meninggal, ibu dan dua anak. (EDY ARSYAD/FAJAR/JPG)

Rahim lantas mengajak istri dan anaknya tersebut untuk melompat dari jendela. Rahim melompat duluan. Sebelumnya, dia melempar Aderaka ke bawah dan diterima para tetangganya yang ternyata sudah berkerumun di depan rumah. Tapi, saat lelaki 43 tahun itu melompat, Rosmiati dan Rafika tidak mengikuti langkahnya.

Rosmiati malah berusaha mencari Radianti. Nahas, Rosmiati dan Rafika tertimpa puing-puing kayu lantai 2 yang terbakar. "Istri dan dua anakku meninggal," kata Rahim ketika ditemui Fajar (Jawa Pos Group) di depan rumahnya. Rahim mengalami patah tulang tungkai karena melompat dari lantai 2.

Kebakaran di rumah Rahim itu kali pertama diketahui Heriawan. Petugas kebersihan tersebut saat itu menyapu jalan di depan rumah Rahim.

Saat api terlihat mulai membesar di lantai 1 di rumah itu, Heriawan berusaha mendobrak pagar. Sayang, pagar dalam keadaan terkunci. "Saya berusaha membangunkan penghuni rumah dengan mendobrak pagar sembari berteriak-teriak," terangnya.

Teriakan Heriawan tersebut disambut suara minta tolong dari dalam rumah. Para tetangga Rahim juga terbangun mendengar teriakan itu. Mereka pun bersama-sama berusaha memadamkan api. Tapi, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Api justru membesar. Kebakaran baru bisa dipadamkan 30 menit kemudian setelah sepuluh unit mobil PMK datang.

Begitu api dipadamkan, petugas kemudian menyisir bangunan yang terbakar. Saat itulah petugas menemukan tiga jenazah. "Posisi ketiga korban saat pencarian berada di reruntuhan bangunan dekat pintu keluar," jelas Kepala Bagian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Hasanuddin.

Kebakaran itu tidak hanya menghanguskan rumah Rahim. Rumah adik iparnya, Aisyah, yang bersebelahan dengan rumah Rahim pun turut terbakar. Aisyah dan dua anaknya selamat.

Sementara itu, Kapolsek Makassar Kompol Usman menduga kebakaran disebabkan korsleting. "Ini masih hasil penyelidikan sementara," sebutnya. 

(eds/gun/JPG/c22/fim)

Berita Terkait

Rekomendasi