JawaPos Radar

Bulan Depan, PBB Tentukan Dukung Jokowi atau Prabowo

12/09/2018, 14:36 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Yusril Ihza Mahendra
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra usai beorasi dengan masyarakat yang menuntut penyelesaian kasus sengketa Pasar Turi di depan Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (12/9). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Bulan Bintang (PBB) belum menentukan sikap di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Apakah akan mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sikap PBB akan diumumkan pada Oktober mendatang.

PBB masih melakukan pembicaraan dengan kedua kandidat bacapres-bacawapres. Sebelumnya, PBB sudah melakukan pembicaraan dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Selanjutkan akan dilakukan pertemuan dengan Jokowi dan Ma'ruf Amin.

"PBB belum memutuskan akan mendukung siapa. Karena yang lebih penting adalah Pemilihan Legislatif (pileg)," kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (12/9).

Yusril akan mengonsentrasikan PBB pada perolehan kursi di DPR RI. Dengan begitu, partai akan dapat memperjuangkan aspirasi rakyat lebih maksimal di parlemen.

Selain itu, Yusril ingin PBB punya peran yang jelas. Dia tidak ingin partainya hanya membantu Jokowi sebagai Presiden RI. Apalagi dalam dunia politik, partai harus beraikap adil dan proporsional.

"Jadi saya pikir, kami harus mendengar pendapat dari kedua kubu. Bisa saja PBB jadi pendukung pemerintah atau malah jadi oposisi. Tapi yakinlah, PBB dapat memperjuangkan kepentingan rakyat," tutur Yusril.

Selain dengan kedua kubu bacapres, PBB sekaligus berkomunikasi dengan sejumlah pemuka agama. Baik dari Nahdlatul Ulama (NU) maupun organisasi lainnya. Termasuk komunikasi dengan Habib Rizieq.

Saat ditanya soal aspirasi dari kader, Yusril enggan berkomentar. Menurutnya, beredar aspirasi yang beragam dari para kader. Meski demikian, Yusril akan memfasilitasi semua aspirasi dan pendapat kader.

Rencananya akhir September ini, PBB mengadakan rapat nasional. PBB akan mengundang pimpinan wilayah untuk mendengar pikiran dan masukan. Majelis Syuro yang akan menampung dan merumuskan langkah yang akan direkomendasikan ke DPP. "Keputusan tentang arah koalisi dan dukungan. Tapi intinya, kami tidak buru. Karena pemilu serentak ini memang merepotkan partai," tukas Yusril.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up