JawaPos Radar

Dugaan Adanya Sel di SPN Dirgantara Batam

Bukan Penjara, Ruangan Dipakai untuk Membina Murid

12/09/2018, 17:08 WIB | Editor: Dida Tenola
Bukan Penjara, Ruangan Dipakai untuk Membina Murid
Ruang konseling SPN Dirgantara Batam yang disebut mirip penjara (Bobi/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Pihak SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam membantah adanya sel yang difungsikan untuk tempat menginap para siswanya. Hal itu disampaikan saat pengawas dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kepulauan Riau (Kepri), meninjau langsung sekolah tersebut, Rabu (12/9).

Kepala SPN Dirgantara Batam Susila Dewi menjelaskan, bahwa ruangan tersebut bukanlah sel seperti yang selama ini diberitakan. Bangunan tersebut adalah ruang konseling yang dipakai untuk membina para murid yang melakukan kesalahan.

Pada kondisi tertentu tidak jarang juga ruangan tersebut dipakai sebagai tempat istirahat para murid dan para guru. Terutama, saat mereka letih usai menjalani aktivitas belajar dan mengajar. "Saya juga kadang beristirahat di sana,” jelas Dewi.

JawaPos.com, berkesempatan langsung melihat kondisi ruang konseling yang menyerupai sel penjara tersebut. Ruangan tersebut lebar, tidak memanjang. Di dalamnya terdapat dua tempat tidur. Langit-langitnya memang berbentuk pagar besi berwarna hitam.

Di sisi kiri ruangan, terdapat pagar besi berbentuk kotak. Terlihat baju-baju yang digantung hanger, dikaitkan dengan pagar besi bagian atas.

Pagar besi berbentuk kotak itu menyerupai pintu masuk namun tidak memiliki daun pintu.Pagar besi itulah yang disebut Dewi sebagai tempat untuk meletakan barang. "Pagar besi itu tidak pernah dikunci," tambah Dewi.

Senada dengan Dewi, Koordinator Pengawas SMK wilayah Batam Sumbardianto mengaku tidak mendapati adanya penjara seperti yang dilaporkan sebelumnya. Hasil investigasi yang telah dilakukan, fasilitas SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batan sudah sesuai dan tidak menyimpang dari aturan yang ada. "Yang ada pemondokan layaknya asrama. Saya menyatakan tidak ada sel," kata Sumbardianto seusai melakukan pertemuan dengan pihak sekolah.

Lebih jauh, pihaknya akan meningkatkan pengawasan. Terlebih jika ada permasalahan yang melibatkan murid dengan pihak sekolah. Hal-hal yang memang harus mendapat penanganan secepatnya, akan segera dituntaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Erry Syahrial mendapati temuan adanya ruangan mirip penjara di SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam. Salah satu siswa sekolah tersebut, berinisial RS mengaku mendapat perlakuan tidak semestinya, Kamis (6/9) lalu. RS mengaku dipenjara di sekolahnya. Dia akhirnya dijemput oleh Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kepri, Sabtu (8/9).

 

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up