Bandar Narkoba Dimiskinkan, Rumah Rp 700 Juta Disita

12/09/2018, 19:20 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Penyitaan rumah yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel (Alwi Alim/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumsel berkomitmen untuk membuat resah para bandar narkoba di Sumsel.  Hal ini terbukti dengan penyitaan rumah senilai Rp 700 juta milik bandar narkoba yang diduga merupakan hasil penjualan narkoba jenis sabu.

"Komitmen kami memberantas narkoba ini dengan memiskinkan para bandar agar mereka resah," kata Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sumsel, Kombes Pol Farman, saat ditemui disela penyitaan rumah di Jalan Tanjung Rawo Palembang, RT 56 RW 16 Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Rabu (12/9).

Rumah tersebut milik Rizki, 28, bandar narkoba yang beraksi dari dalam Lapas Mata Merah dengan dibantu oknum sipir. Rizky ditangkap pada Agustus lalu.

Dari keterangan tersangka, bahwa rumah ini dibeli dari hasil penjualan narkoba pada 1,5 tahun yang lalu. Semula harga pada saat dibeli senilai Rp 250 juta dan direnovasi menghabiskan Rp 300 juta 

"Kalau sekarang diperkirakan harga rumah sudah mencapai Rp 700 juta," terangnya.

Rumah ini disita sebagai barang bukti yang nantinya akan diserahkan kepada pengadilan untuk dilakukan eksekusi. Selain, penyitaan terhadap rumah tersangka Rizki, pihaknya juga sempat melakukan penyitaan rumah bandar narkoba lainnya yang ada di Sumsel. Namun, ia mengaku tidak mengingat pemiliknya.

"Kami harap dengan upaya yang dilakukan ini salah satu memiskin para bandar, maka membuat efek jera para bandar narkoba terutama di Sumsel," harapnya.

Untuk diketahui, Rizki, 28, merupakan oknum napi yang merangkap sebagai bandar narkoba. Rizki menjalankan aksinya dibantu oleh AD, 36, yang merupakan oknum sipir Merah Mata. 

Peredaran narkoba yang dilakukan kedua tersangka ini cukup lama, dan untuk 1 kilogram sabu, mendapatkan untung sebesar Rp 50 juta. Kedua tersangka akhirnya  berhasil ditangkap pada Senin (6/8).

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi