30 Kebakaran Landa Kabupaten Malang

12/09/2018, 11:10 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
KEBAKARAN: Pabrik pengolahan kayu di Bululawang yang terbakar beberapa waktu lalu. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Di Kabupaten Malang, setidaknya sudah terjadi 30 kebakaran sepanjang Januari hingga pertengahan September 2018.

Selain bangunan, kebakaran juga melanda lahan kosong, kebun dan hutan. Antara lain area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), hutan bambu di Pujon dan kebun tebu di Kepanjen.

Kepala Seksi Badan Pencegahan Dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PPBK) Kabupaten Malang Agus Suyanto menuturkan, berbagai kendala dihadapi petugas saat melakukan pemadaman. Seperti lokasi yang sulit dijangkau.

"Jadi kami mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan turut antisipasi kejadian kebakaran," imbau laki-laki yang akrab disapa Ambon itu.

Sementara sepanjang September 2018, setidaknya ada sembilan kebakaran. Terbaru, kebakaran melanda toko Elektronik Elkana, Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Minggu (9/9) malam. Si jago merah melahap habis bangunan toko beserta isinya.

Kapolsek Sumawe AKP Agus Murdianto menjelaskan, toko dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Lokasi yang jauh serta minimnya pasokan air, membuat seisi toko ludes dilahap api.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun uang tunai, surat berharga, serta semua barang elektronik hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar. "Diduga korsleting listrik jadi pemicunya," kata Agus, Rabu (12/9).

Terpisah, Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Muji Utomo, mengimbau warga agar lebih waspada terhadap kebakaran. Khususnya pelaku bisnis. Sebab dari data rekapan, tempat industri menjadi lokasi paling rawan kebakaran. Penyebabnya nyaris sama. Yakni, konsleting listrik. "Dalam dua pekan, ada empat tempat industri terbakar," ungkapnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi