alexametrics

Gawat! Kasus Jual Beli CPO Ilegal Marak di Daerah Ini

12 September 2017, 09:16:55 WIB

JawaPos.com – Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, kasus penampungan minyak mentah kelapa sawit alias Crude Palm Oil (CPO) yang lazim disebut ‘kencing’ CPO dan diduga ilegal, semakin tumbuh subur. Selain marak kasus ‘kencing’ CPO, yang lebih parah, penampungan kasus ini justru dikirim melalui pelabuhan besar milik pemerintah.

Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, kepada Kalteng Pos(Jawa Pos Group) mengatakan, jika praktik ini sudah berlangsung lama.

“Praktik ini sudah berlangsung lama dan semakin menjadi-jadi. Istilahnya ‘mafia atau toke CPO. Hasil curian CPO itu dimasukan ke flexibag, kemudian dikirim ke Surabaya melalui container atau peti kemas,” ungkapnya Senin (11/9).

Keberadaan mafia tersebut sangat meresahkan dan merugikan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menghentikan aktivitas jual beli minyak CPO ilegal. Tapi hingga kini para penampung CPO curian ini bukannya tutup, malah kini makin marak dan tumbuh subur.

Narasumber itu mengaku, praktik kencing CPO sangat merugikan negara. Karena sindikat distributor CPO ilegal tidak membayar pajak dan biaya retribusi lainnya. Adapun modus operandi untuk meluluskan praktik ilegal tersebut, yakni menggunakan Dokumen “MENDOMPLENG” kontrak MIKO ( minyak kotor ), padahal yang di kirim minyak berupa CPO bukan MIKO.

Minyak sawit mentah yang diperoleh dari cara ilegal itu diperkirakan tidak memenuhi standar sehingga dapat menurunkan kualitas CPO yang menyebabkan turunnya harga. Padahal Indonesia sedang getol meningkatkan standar sistem pengelolaan minyak sawit berkelanjutan atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Dikonfirmasi terpisah perihal adanya kasus tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim belum memberikan keterangan. Seperti diketahui, pada tahun 2014 lalu, aparat Polda Kalteng menangkap para tersangka penggelapan dan penadahan crude palm oil yang terjadi di Kotim.

Modusnya, tersangka menjual CPO ke penadah. Seharusnya mereka mengantar CPO ke Pelabuhan Bagendang. Kemudian dikirim menuju Surabaya, Jawa Timur. Namun staf, otak kasus tersebut meminta agar dijual ke penadah. Modus lain, separuh dari mobil tanki dijual. Lalu, diganti dengan air.

Editor : admin

Reporter : (wnd/jpg/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads
Gawat! Kasus Jual Beli CPO Ilegal Marak di Daerah Ini