JawaPos Radar

Tewas di Kandang Ayam, Korban Alami Sabetan Parang dan Palu

12/08/2018, 23:15 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
pembunuhan, tewas di kandang ayam, floren tewas
Ilustrasi: police line. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Floren ditemukan tewas mengenaskan di dekat kandang ayam di Jalan Bakti TR 10 Desa Rasau Jaya 3 Kecamatan Rasau Jaya 3 Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (10/8). Pria 25 tahun asal Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau itu mengalami luka bacok di leher dan dada serta luka kepala bagian belakang akibat pukulan palu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), penemuan jasad korban berawal dari Riyanti. Perempuan ini merupakan istri dari pemilik peternakan, Trisno. Pagi itu, seperti biasa Riyanti datang untuk mengecek dan membuka kandang ayam.

Setelah membuka pintu gudang, ditemukan bercak darah di lantai. Melihat darah berceceran, Riyanti bergegas pulang ke rumahnya untuk memberitahukan suaminya.

floren tewas, pembunuhan, tewas di kandang ayam
Parang dan palu yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh korban ditemukan di dekat kandang ayam di Jalan Bakti TR 10 Desa Rasau Jaya 3 Kecamatan Rasau Jaya 3 Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (10/8). (Polisi for Rakyat Kalbar/JPG)

Keduanya lantas menghubungi Polsek Rasau jaya. Sekira pukul 08.30 WIB, anggota Polsek Rasau Jaya Bripka Suparno bersama Trisno menuju peternakan tersebut. Mereka menyusuri bercak darah yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian menemukan sesosok mayat yang merupakan salah seorang karyawan Trisno, yaitu Floren.

Salah seorang warga setempat, Bejo mengatakan, korban merupakan anak buah Trisno yang bertugas menjaga kandang ayam. Selain Floren, ada juga dua orang lain yang merupakan sepupu korban. “Saya juga dengar, jam 12 malam sebelumnya korban sempat ngobrol dengan Trisno," kata Bejo sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Minggu (12/8).

Pria berkumis tebal ini menuturkan, korban berusia masih sangat muda. Korban terkenal ulet bekerja. "Kemarin saya sempat ketemu dia. Saya tanya tinggal di mana dan dia jawab dia menjaga kandang ayam. Saya duga itu punya Trisno," tuturnya.

Bejo curiga, pelaku pembunuhan dua orang yang tinggal di pondok sebelah kandang. Sebab di pondok itu ditemukan kasur penuh bercak darah. "Curiga saja kalau pelaku adalah sepupu korban. Karena terakhir yang bersama korban adalah dua orang itu,” ucapnya. “Apalagi setelah kejadian, dua orang ini nggak kelihatan. Cuma motor mereka saja yang tertinggal," timpal Bejo.

Bejo menjelaskan, di pondok itu ditemukan sebilah parang dan palu. Diduga dua alat ini digunakan pelaku untuk membunuh korban. "Karena kepala korban remuk dan dadanya ditebas. Di rumah itu juga berbau alkohol dan ada kantong untuk arak," tutur Bejo.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol M Husni Ramli mengatakan, informasi penemuan mayat ini ia dapatkan dari laporan Polsek Rasau Jaya. "Mendapat informasi itu, kita langsung bergegas menuju ke lokasi, tempat ditemukannya mayat laki-laki," ujarnya.

Dikatakannya, korban ditemukan berada di semak-semak sekitar peternakan. Floren diketahui baru bekerja selama 1 bulan di perternakan itu. Korban diperkirakan meregang nyawa pada dini hari. Karena pada Jumat (10/8) malam, korban masih berkumpul bersama kerabatnya. "Karena istri dari pemilik peternakan malam kemarin masih melihat korban bercengkrama dengan karyawan lainnya," tuturnya.

Setelah melakukan identifikasi lapangan, korban meninggal lantaran dibunuh. Hasil identifikasi diduga pembunuhan bacokan leher dan dada. Kemudian luka bekas benda tumpul di bagian belakang kepala. “Diduga pelaku satu orang," paparnya.

Husni menduga, korban dibunuh di tempatnya tinggal. Kemudian dibuang di semak-semak tak jauh dari peternakan. "Barang bukti yang kami amankan sebilah parang dan satu palu. Untuk perkembangan selanjutnya korban di bawa ke RS Sudarso untuk autopsi," tutup Husni.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up