JawaPos Radar

PPKN Desak KH Ma'ruf Amin Segera Mundur dari Rais Aam PBNU

12/08/2018, 22:27 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Ketua Dewan Penasehat Pengurus Besar (PB) PPKN, Choirul Anam
Ketua Dewan Penasehat Pengurus Besar (PB) PPKN, Choirul Anam (Moh/Mukid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Terpilihnya Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Ma'ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi Calon Presiden (Capres) Joko Widodo masih menuai pro kontra di kalangan Nahdiyin. Seperti Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyyah (PPKN) yang mendesak agar Ma'ruf segera mundur sebagai Rais Aam.

Ketua Dewan Penasehat Pengurus Besar (PB) PPKN Choirul Anam mengatakan, Ma'ruf Amin selaku tokoh ulama yang paling paham dan mengerti qunun asası segera menyerahkan jabatan Rais Aam kepada Wakil Rais Aam. Atau, segera melakukan musyawarah ulama NU untuk mengisi jabatan Rais Aam sesuai aturan yang ada dalam AD/ART NU.

Langkah ini perlu segera dilakukan demi menjaga ketenangan dan keutuhan Nahdliyin, serta terjaganya orisinalitas wasiat al- maghfur lahum para ulama sepuh yang telah berjuang keras membawa NU kembali ke khittah 1926. 

"Kami berharap pengganti Rais Aam adalah kiai yang memiliki daya juang dan bisa menyelamatkan NU serta bisa menjadi penyambung suara langit," kata Anam saat menggelar konferensi pers di Surabaya Minggu (12/8).

Karena dari sisi tata-nilai dan qonun asasi, posisi Rais Aam adalah jabatan tertinggi di lingkungan NU sekaligus amanah yang harus ditunaikan dalam masa khidmat tertentu. Sebelum memangkunya, diikat terlebih dulu dengan ikrar, janji dan baiat serta dibalut kontrak jamiyah, yang tidak boleh dikonversi langsung maupun tidak langsung dengan jabatan politik apapun.

Tetapı faktanya, Ma'ruf telah melibatkan diri dalam jabatan politik praktis yang membelah pandangan Nahdliyın menjadi dua satu kelompok menganggapnya sebagai berkah dan nikmat yang patut disyukuri, namun di sisi lain menerima sebagai musibah yang mengancam terpecahnya ukhwah Nahdliyah.

Selain itu, lanjut Cak Anam, sebaiknya Ma'ruf tidak perlu mengajak atau menganjurkan warga NU yang telah dewasa dalam menentukan pilihan politiknya kepada beberapa partai politık. Bahkan telah banyak kader NU yang membangun karier di beberapa partai politik, untuk diajak kembali ke PKB. 

"Ajakan kiai Ma'ruf itu, akan menimbulkan goncangan dan kesan kurang baik. Bahkan, bisa jadi, kiai Ma'ruf akan distigma tidak amanah dalam membawa misi pendahulunya, terutama para muassis NU," tegas mantan ketua PW GP Ansor Jatim ini.

Senada, Ketua PB PPKN Ali Azhar menambahkan bahwa partai yang pernah dilahirkan NU itu bukan hanya PKB tetapi juga PPP. Bahkan dengan adanya khittah NU sekarang ini kader-kader NU tersebar di hampir semua partai yang ada saat ini sehingga pernyataan rais aam itu bisa menyakiti umat dan parpol-parpol lain.

"Cak Imin harusnya sadar tak bawa NU demi kepentingan PKB. PB PPKN siap berhadapan dengan PKB demi menyelamatkan Khittah NU sebab kalau dibiarkan NU bisa tergilas dengan ormas lain bahkan tak ada lagi kader NU yang militan sehingga lambat laun NU ditinggalkan umatnya, naudzubillahi min dzalik," jelas Ali Azhar.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up