JawaPos Radar

Khofifah Ajak Ikatan Sarjana NU Jatim Jadi Partner Pemerintah

12/08/2018, 22:48 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Khofifah
Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa menghadiri pelantikan ISNU Jatim (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, Minggu (12/8). Dalam kesempatan itu, Khofifah berharap ISNU Jatim di bawah kepemimpinan M. Mas'ud Sahid bisa membawa semangat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"ISNU yang berkeinginan untuk membawa semangat Gus Dur itu semoga ISNU ke depan bisa ikut memecahkan persoalan-persoalan yang masih ada di Jatim," kata Khofifah di Hotel Utami, Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Minggu (12/8).

Khofifah juga berharap, ke depan ISNU Jatim bisa menjadi partner kerja pemerintah. Pasalnya, di sejumlah wilayah Jatim ini masih banyak daerah yang tertinggal termasuk dalam hal pendidikan dan perekonomian.

"Contohnya ikut membangun mulai perekonomiannya, sosialnya hingga pengetahuannya di pelosok-pelosok desa di Jatim," harap Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU itu.

Sementara Ketua ISNU Jatim, M Mas'ud Said mengatakan, organisasi yang saat ini diembannya itu dapat berpengaruh besar dalam masa depan bangsa Indonesia. Dan pihaknya juga menyampaikan masih banyak tantangan yang harus dihadapinya, seperti dari aspek ekonomi, perdagangan, pengaplikasian teknologi, dan yang lain.

"Semoga bisa berawal dari Jatim, seperti layaknya sejarah kepahlawanan yang dapat menuju keunggulan akademik dan pengabdian bagi kami," tuturnya.

"Saya tidak tahu, memang banyak yang mengatakan Jawa Timur ini penting, Jawa Timur ini adalah indikator Indonesia. Saya juga ucapakan terima kasih atas apresiasi dari berbagai kalangan datang untuk pelantikan PW ISNU Jatim kali ini," paparnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa mengatakan, ISNU sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (banom NU) yang baru dibentuk pada 2012. Dan di usia yang ke-6 ISNU sudah terbentuk di seluruh provinsi di Indonesia. ISNU yang sudah terbentuk terus melakukan konsolidasi jaringan.

"Organisasi akan kuat kalau memiliki jaringan yang kuat pula. Penguatan jaringan dilakukan, baik ke dalam ataupun ke luar bisa menjadi alat untuk mencapai visi serta misi sebuah organisasi," ucapnya.

Lanjut Ali Masykur Musa, konsolidasi program juga sangat penting. Mulai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan konsolidasi program keintelektualitasan. "Program penting lainnya, yakni advokasi Undang-Undang dan penguatan bidang ekonomi," tandasnya.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up