JawaPos Radar

Atribut Ini Dilarang Saat Hadir di Tablig Akbar Ustad Abdul Somad

12/08/2018, 21:04 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Ustad Abdul Somad
Ustad Abdul Somad dikabarkan akan menggelar Tabligh Akbar di Kalimantan Selatan pada tanggal 15 Agustus nanti. Para peserta yang hadir dilarang memebawa atribut politik dan berkampanye 2019 ganti Presiden. (Jpnn/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bulan ini, Ustad Abdul Somad (UAS) dipastikan datang ke Banjarbaru, setelah sebelumnya sempat gagal beberapa waktu lalu. Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir ini akan menghadiri Tablig Akbar pada 15 Agustus nanti di Lapangan Murjani, Kalimantan Selatan.

Kepastian datangnya Ustad Abdul Somad disampaikan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani. Dia mengungkapkan, UAS bakal mengisi tiga kegiatan di Kalsel. Salah satunya di Banjarbaru.

“Setelah sore di Banjarbaru. Malamnya dia ke Majelis Taklim Al Ahmadi di Jalan A Yani Km 11, Kompleks Pesona Modern. Lalu, keesokan harinya ke Majelis Taklim Nurul Muhibbin, Barabai,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari Prokal.co (Jawa Pos Group).

Dia memastikan, kehadiran UAS tak ada kaitannya dengan politik. Mengingat akhir-akhir ini UAS selalu diisukan sebagai kandidat calon wakil presiden.

“Saya pastikan kehadiran UAS tidak ada unsur politik. Sebab, rencana ini sudah jauh-jauh hari dirancang dan dipersiapkan,” ucapnya.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Banjarbaru ini meminta masyarakat yang hadir dalam kegiatan tablig akbar nanti semata-mata untuk beribadah. Tanpa membawa atribut bernuansa politik.

“Apalagi berteriak 'tahun 2019 ganti presiden'. Saya harap jangan sampai ada seperti itu,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Tablig Akbar Ahmad Syarief Nizami menyampaikan, saat ini mereka telah melakukan berbagai persiapan jelang kedatangan UAS.

“Kami sudah mendapatkan izin dari pihak kepolisian. Nanti, mereka juga mem-back up untuk mengamankan acara,” ucapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang ingin menghadiri tablig akbar agar serempak mengenakan busana putih tanpa membawa atribut atau baju bernuansa politik.

“Mari kita putihkan Lapangan Murjani untuk beribadah, tanpa embel-embel lain,” pungkasnya.

(jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up