alexametrics

Tes Cepat PPDP Bermasalah, Satu Alat Digunakan untuk Banyak Orang

12 Juli 2020, 07:16:23 WIB

JawaPos.Com–Tes cepat Covid-19 untuk Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pikada 2020 di Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, bermasalah. Sebab, satu alat pengambil sampel darah digunakan untuk banyak orang. Selain itu, ditemukan hasil yang tidak sesuai dengan laporan kepada dinas kesehatan.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pauah Duo, Solok Selatan, Hasneliati, seperti dilansir dari Antara di Padang Aro mengatakan, ada dua orang PPDP yang hasil setelah tes nonreaktif atau negatif tetapi berdasar laporan dinas kesehatan malah reaktif. ”Dua orang ini sempat mengambil foto hasil tesnya dan nonreaktif. Tapi laporan dari dinas kesehatan malah reaktif,” ujar Hasneliati.

Untuk PPDP Pauah Duo, kata dia, berjumlah 49 orang yang hadir tes cepat 38 orang dan reaktif 28 orang.

Anggota PPK Sungai Pagu Yesri Sartono mengatakan, saat tes cepat, satu alat pengambil sampel darah digunakan untuk banyak orang sehingga hasilnya banyak yang reaktif. ”Alatnya kalau sudah tersumbat baru diganti dan itu yang kami temui saat tes,” ujar Yesri Sartono.

Dia mengatakan jumlah PPDP di Sungai Pagu 74 orang yang mengikuti tes 68 orang dan hasilnya 59 reaktif.

Ketua KPU Solok Selatan Nila Puspita mengatakan, sesuai laporan dari PPK hasil tes cepat ada 88 orang yang reaktif. Yaitu 59 di Sungai Pagu, 28 Pauah Duo, dan satu di Sangir Balai Janggo. ”Kami sudah koordinasi dengan dinas kesehatan dan solusinya dites ulang,” ujar Nila Puspita.

Dia menyebutkan, setelah ditemukan 88 orang reaktif, pihaknya berinisiatif mengambil dua sampel dari yang dinyatakan reaktif, yaitu masing-masing satu orang di Sungai Pagu dan Pauah Duo. ”Hasil tes yang kami lakukan hasilnya nonreaktif,” ujar Nila Puspita.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman saat dihubungi belum memberikan tanggapan.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads