Rumah Mewah Dirampok, Dua ART Disekap Pelaku Bersenjata Tajam

12/07/2018, 14:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Polisi melakukan olah TKP di rumah mewah yang disatroni rampok bersenjata tajam di Pekanbaru, Riau, pada Kamis (12/7). (Virdal Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebuah rumah mewah di Jalan Rawamangun, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau, disatroni perampok bersenjata tajam pada Kamis (12/7). Pelaku diduga sempat menyekap seorang asisten rumah tangga dan anak asisten tersebut.

Menurut keterangan warga setempat bernama Ahmadi Saputra, 25, rumah tersebut milik M Zahari, pegawai bank BNI 46. "Saya dengar ada keributan tadi. Pas saya keluar rumah dilihat banyak polisi di rumah milik Zahari. Saya keluar dan nanya katanya ada perampokan yang pelakunya pakai senjata," jelas Ahmadi.

Polisi melakukan olah TKP di rumah mewah yang disatroni rampok bersenjata tajam di Pekanbaru, Riau, pada Kamis (12/7). (Virdal Elisya/JawaPos.com)

Dua korban yang merupakan asisten rumah tangga bahkan sempat disekap oleh pelaku. "Korbannya berhasil diselamatkan," tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya peristiwa ini sekitar pukul 09.00 WIB. "Kita mendapat informasi adanya kasus perampokan di salah satu rumah warga di Bukitraya. Anggota kemudian ke lokasi," ungkapnya saat dijumpai JawaPos.com di lokasi.

Setibanya di rumah warga, polisi langsung bergerak cepat dengan mengevakuasi dua korban. Menurut keterangan asisten rumah tangga, pelaku masuk melalui pintu depan rumah.

"Berdasarkan keterangan pembantu ada dua pelaku yang masuk ke rumah. Mereka datang dengan kendaraan sepeda motor," tuturnya.

Pelaku yang masuk menggunakan senjata tajam itu, kemudian mengancam korban. Mereka bahkan sempat menyekap kedua korban. "Salah satu pelaku menggunakan parang mengancam pembantu, diikat kemudian mengambil barang-barang berharga," jelasnya.

Kedua korban telah berhasil diselamatkan. Meskipun tak mengalami luka fisik namun mereka mengalami trauma. "Kondisi korban sedikit trauma, saat ini kita menenangkan terlebih dahulu memberikan ketenangan. Sehingga bisa memberikan keterangan yang berguna. Tidak ada luka fisik," tambahnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tujuannya untuk mengumpulkan bukti-bukti. "Untuk barang yang hilang sedang kita dalami, kemudian keterangan dari korban akan kita sinkronkan dengan keterangan saksi," tutupnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi