JawaPos Radar

Meroket! Harga Telur Rp 29 Ribu di Pasar Kebayoran Lama

12/07/2018, 17:25 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Meroket! Harga Telur Rp 29 Ribu di Pasar Kebayoran Lama
Salah satu kios di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan patok harga telur mencapai Rp 29.000 per kilogram sejak sepekan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Harga telur ayam merangkak naik di seluruh pasar ibu kota. Kenaikan harga paling tinggi mencapai Rp 4.000-7.000. Hal tersebut dinilai tidak wajar, lantaran momen Lebaran yang identik dengan kenaikan harga pangan juga sudah lewat beberapa minggu.

Pantauan JawaPos.com di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/7), pedagang mengaku telah menaikkan harga telur ayam selama sepekan. Mereka membandrol telur per kilogram dengan harga Rp 29.000 dari sebelumnya Rp 23.000.

Pedagang telur, Herman, 29, mengatakan bahwa kenaikan tersebut disesuaikan dengan harga yang ditetapkan produsen telur. Dia mengaku mengeluarkan modal Rp 26.500 untuk membeli telur per kilogramnya.

“Telur kita dari Jawa Timur, Tulungagung. Dari mereka naikin harga, di sini kita naikin lagi, modalnya Rp 26.500,” ujar Herman saat ditemui JawaPos.com di kiosnya, Kamis (12/7).

Menurutnya, faktor kenaikan adalah akibat permintaan pembeli yang juga meningkat pada bulan ini. “Permintaan (pembeli) di mana-mana meningkat. Dari daerah, Jakarta meningkat, daerah meningkat,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembeli telur, Eni, 32, menyampaikan kekecewaannya karena mendapati pangan pokok yang harganya meroket. Padahal, telur adalah menu masakan yang paling sering disediakan di rumah.

“Harga kok menanjak terus, ada apa? Apakah dari Lebaran? Justru kan Lebaran stabil (harga telur),” tutur Eni pada kesempatan yang sama.

Namun begitu, seperti yang diungkapkan Herman, para pembeli termasuk Eni tetap ramai memburu telur ayam. Seperti hari ini, kios penjual telur ramai di sudut-sudut Pasar Kebayoran Lama.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan menguatnya harga dolar terhadap rupiah memicu kenaikan harga pakan ternak. Kenaikan itu pada akhirnya berimbas pada naiknya harga telur ayam di pasar.

“Yang pertama pakannya naik. Kemudian (Day Old Chicken) DOC dia juga naik baik harga beli (maupun) pakannya meningkat,” kata Enggar di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/7). 

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up