JawaPos Radar

Kaget Harga Cabai Ikut Naik, Sandiaga Salahkan Dolar yang Menguat

12/07/2018, 20:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kaget Harga Cabai Ikut Naik, Sandiaga Salahkan Dolar yang Menguat
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku akan segera bertilak ke Blitar, Jawa Timur untuk menindaklanjuti kerja sama terkait pasokan pangan. Termasuk telur ayam yang saat ini harganya meningkat sedangkan permintaan pembeli semakin banyak.

“Saya akan datang ke Blitar dalam waktu dekat untuk mengekseskusi, karena pasokannya cukup, tapi memang harganya dikaitkan dengan dolar yang terus meningkat ini jadi bergerak naik,” ujarnya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis (12/7).

Menurutnya, harga telur naik juga dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melemah. Dia mengaku kaget karena selain telur, harga cabai juga terpantau naik.

“Yang saya kaget tadi, dilaporkan juga, cabai yang tidak ada hubungannya dengan US Dollar itu juga ikut naik. Jadi ini yang kita sebut sebagai inflasi turunan atau inflasi yang diimport atau inflasi ikut-ikutan. Padahal mestinya nggak ada,” tutur Sandi.

Politikus Partai Gerindra itu berjanji akan kembali menstabilkan harga-harga pangan. “Nah, di sini kita harus gerak cepat untuk memastikan komoditas lain itu nggak ikut-ikutan naik seperti telur ayam,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blitar terkait penyediaan kebutuhan bahan pangan. MoU yang telah ditandatangani ini pun dihadiri langsung oleh Bupati Blitar, Rijanto.

Dirinya mengaku kepadatan penduduk di Jakarta berbanding dengan kondisi di Blitar. Sehingga, di Jakarta apabila pasokan pangan terlambat  maka bisa mengakibatkan kenaikan harga.

“Ya kita Jakarta penduduknya banyak, padat. Semuanya tiap hari makan dan itu artinya kebutuhan pangan di Jakarta banyak sekali karena itu kami bersyukur banyak suplainya karena kalau suplai terlambat makan harga naik,” kata Anies, Senin (9/7).

Kerja sama dengan Blitar dimulai dari Tim Pengendai Inflasi Daerah (TPID) DKI yang berkunjung ke Blitar pada 16 Maret 2018. Hal ini dilakukan karena menyadari kebutuhan telur di Jakarta berasal dari Blitar yaitu 260 ton per hari yang produksinya mencapai 450 ton per hari.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up