JawaPos Radar | Iklan Jitu

1.000 Bidang Belum Bebas, Gimana Nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung?

12 Juli 2018, 17:00:59 WIB | Editor: Bintang Pradewo
1.000 Bidang Belum Bebas, Gimana Nasib Kereta Cepat Jakarta-Bandung?
Presiden Jokowi meresmikan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa sudah bertemu dengan Direktur Utama PT PSBI Natal Argawan Pardede terkait permohonan revisi guna mempercepat proses pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Ada permohonan revisi penlok, ini terkait sisa 1.000 bidang tanah yang belum dibebaskan," katanya Iwa di Bandung, Kamis (12/7).

Konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) mengajukan permintaan perubahan penetapan lokasi (penlok) kereta cepat Jakarta-Bandung pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) mengajukan permintaan perubahan penetapan lokasi (penlok) kereta cepat Jakarta-Bandung pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Sebagaimana diketahui, berdasarkan laporan PSBI dari sekitar 5.000 lebih bidang tanah yang berada di wilayah Jabar. Sebanyak 2500 lebih bidang tanah sudah dibebaskan, dan sekitar 1.200 lahan saat ini tengah dilakukan konsinyasi.

"Yang perlu mendapat dukungan Pemprov, dan daerah yang dilalui serta BPN sekitar 1000 bidang tanah, ada kesepahaman untuk mempercepat pembebasan," ujarnya.

Revisi penlok sendiri diajukan karena pihak PSBI sudah menghitung soal panjang lahan yang dilalui, dan beberapa detil teknis yang harus berubah seperti jumlah lahan yang bertambah. Namun Iwa memastikan rute dan alur kereta cepat tidak ada perubahan dan masalah.

"Kami ingin proyek sesuai ketentuan yang berlaku, jadi penlok ini perlu diperbaharui sesuai ketentuan," ucapnya.

Perubahan ini tidak menganggu proses pembangunan proyek yang saat ini tengah berlangsung karena jumlah lahan yang kemungkinan didata tidak begitu banyak. Sehingga pihak Pemprov Jabar juga memastikan langsung menindaklanjuti permohonan tersebut dengan menugaskan Bagian Pertanahan Pemprov untuk melakukan pendataan di lapangan.

Dengan begitu, hal ini bisa tuntas dalam waktu satu pekan ke depan. Gerak cepat ini harus dilakukan agar target pembebasan 1000 bidang lahan bisa terkejar. Dengan targetnya akhir Juli atau awal Agustus, bisa selesai.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up