alexametrics

PPDB Online Mulai Dibuka, Jaringan Dipastikan Stabil

12 Juni 2019, 13:13:16 WIB

JawaPos.com – Dinas Pendidikan Jakarta telah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi calon pelajar mulai tingkat SD hingga SMA atau SMK. Sistem online PPDB yang diterapkan dipastikan stabil hingga akhir tahapan seleksi.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Utara, Budi Sulistiono mengatakan, PPDB tahun ajaran baru 2019/2020 dimulai hari ini, Rabu (12/6). Sistem online yang dterapkan dipastikan stabil hingga seluruh tahapan seleksi. “Jaringannya dipastikan stabil hingga seluruh rangkaian tahapan seleksi nanti,” kata Budi, saat ditemui di Posko Pelayanan PPDB Online 2019 Jakarta Utara, SMAN 13 Jakarta, Rabu (12/6).

Untuk saat ini, dijelaskannya PPDB online masuk dalam tahap pendaftaran sekaligus verifikasi berkas bagi calon pelajar inklusi, panti asuhan, sopir Jaklingko, dan kartu pekerja. Pendaftaran dilakukan pada setiap sekolah yang diinginkan dengan bantuan panitia gabungan sekolah tersebut. Seluruh tahapan PPDB tidak dipungut biaya alias gratis. “Pesan saya jika calon peserta didik sudah melalui tahap seleksi dan diterima agar segera ke sekolah yang dituju untuk lapor diri. Sehingga ada kepastian calon peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai pada 16 Juli 2019 mendatang,” jelasnya.

Sementara Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara, Momon Sulaiman menerangkan, seluruh petugas maupun panitia membuka layanan konsultasi bagi orang tua calon peserta didik baru yang masih belum memahami mekanisme PPDB Online. Hal ini bertujuan agar seluruh anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan dengan baik di Jakarta Utara. “Tentunya PPDB ini juga bersinergi dengan sector lain, salah satunya dengan Sudin Dukcapil Jakarta Utara. Hal ini memastikan NIK (Nomor Identitas Kependudukan) calon peserta didik baru terverifikasi system,” terangnya.

Di lokasi berbeda, Kepala Sekolah SDN 01 Rawa Badak Selatan, Rafaah menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi beberapa bulan lalu sebelum dimukanya PPDB Online. Sosialisasi dilakukan itu dilakukan dalam bentu pemasangan spanduk hingga membagikan brosur jadwal PPDB Online kepada warga sekitar.

“Tentunya sosialisasi sudah kita lakukan sebelumnya. Sehingga masyarakat sudah mengetahui jadwal tahapan-tahapan PPDB online,” tambahnya.

Salah satu orang tua calon peserta didik baru, Mindo Rauli, 33, mengapresiasi PPDB Online tersebut. Apalagi terdapat tahapan pendaftaran berbeda disbanding masyarakat umum lantaran telah mengantongi kartu pekerja dengan profesi guru. Meski sudah memasukan berkas anaknya, Hasian Sitorus, 7, pihaknya tetap menunggu hasil seleksi PPDB Online tersebut.

“Anak saya sudah didaftarkan tadi melalui panitia di sekolah ini. Paling nanti tinggal menunggu hasilnya seperti apa. Mudah-mudahan lolos dan bisa bersekolah di sini karena dekat dengan rumah,” tutupnya.

Diketahui, penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) untuk sekolah negeri di Jakarta dimulai Rabu (12/6) ini. Berdasarkan siaran pers Dinas Pendidikan DKI Jakarta, PPDB SD, SMP, SMA, dan SMA dibagi menjadi lima jalur. Pertama, jalur afirmasi yang dikhususkan bagi anak rombongan belajar, panti asuhan, anak pemegang kartu pekerja, dan anak pengemudi Jak Lingko.

Kedua, jalur zonasi yang terdiri dari umum atau anak di domisili setempat dan afirmasi atau pemegang KJP plus. Bagi jenjag SD, jalur ini mendapat jatah bangku 70 persen, yang dibagi 80 persen untuk umum dan 20 persen bagi pemegang KJP Plus. Sementara itu, jenjang SMP dan SMA kuotanya 60 persen.

Ketiga, jalur non zonasi bagi yang bertempat tinggal di DKI Jakarta. Untuk jenjang SD, kuotanya 25 persen, terdiri dari umum (80 persen) dan pemegang KJP Plus (20 persen). Sementara itu untuk SMP dan SMA, kuotanya 30 persen. Adapun SMK, kuotanya 90 persen.

Keempat, jalur luar DKI bagi yang berdomisili di luar DKI. Di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK, jalur ini hanya mendapat kuota lima persen. Kelima, jalur prestasi bagi yang pernah memenangkan kejuaraan. Jalur ini hanya tersedia di tingkat SMP, SMA, dan SMK. Jatahnya lima persen yang terdiri dari kejuaraan berjenjang dari Kemendikbud atau Dinas Pendidikan (maksimal 20 persen) dan kejuaraan berjenjang dari instansi pemerintah dan atau induk organisasi cabang olahraga, seni, budaya, pramuka (80 persen).

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads