alexametrics

Jadwal Berubah Menyesuaikan TPA, Jarak Tetap Jadi Prioritas PPDB SMPN

12 Juni 2019, 17:37:03 WIB

JawaPos.com – Jadwal penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP negeri bergeser dari rencana awal yang tertuang dalam Perwali 25/2019. Mulai pendaftaran hingga tes potensi akademik (TPA) untuk jalur zonasi kawasan. Namun, Dinas Pendidikan Surabaya menjamin tidak akan berpengaruh pada kesempatan siswa untuk masuk ke sekolah tujuan.

Pada PPDB SMPN, secara umum jalur masuk dibagi menjadi tiga. Yakni, zonasi, prestasi, dan mutasi orang tua. Jalur mutasi dimulai sejak Senin (10/6) hingga hari ini (12/6) pukul 14.00. Sementara itu, jalur zonasi dibagi menjadi dua. Yakni, zonasi sekolah kawasan dan zonasi umum. Zonasi sekolah kawasan yang merupakan SMPN unggulan di Surabaya awalnya dibuka hari ini (12/6), tapi diundur sehari menjadi besok (13/6) Pendaftaran berlangsung tiga hari alias berakhir pada Sabtu (15/6) pukul 23.59. Jalur yang terdiri atas lima zona itu berpotensi menjadi rebutan. Yang dijadikan syarat adalah nilai ujian sekolah berstandar nasional (NUSBN) dengan bobot 40 persen dan nilai tes potensi akademik (TPA) dengan bobot 60 persen.

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengungkapkan, memang ada perubahan jadwal PPDB. Hal itu terjadi karena adanya perubahan rencana tes TPA dari Minggu (16/6) menjadi Senin (17/6). “Ada banyak masukan yang mengatakan TPA Senin saja. Jadi, jadwal yang lain menyesuaikan,” ujar Ikhsan kemarin (11/6).

Pengumuman yang sebelumnya Senin (17/6) bergeser menjadi Selasa (18/6). Padahal, pada hari yang sama, jalur zonasi umum dibuka. Ada orang tua yang khawatir dengan mepetnya jadwal tersebut. Mereka yang terlempar dari jalur zonasi kawasan dengan kuota sekitar 40 persen itu sangat mungkin mencoba jalur zonasi umum.

Hal itu disampaikan orang tua calon siswa Etty Wahyuni yang ditemui di SMPN 1 Surabaya. “Pengumuman zonasi kawasan tanggal 18 jam 08.00, sedangkan pendaftaran zonasi umum tanggal 18 jam 00.01 dini hari. Kami ya takut kalah cepat mendaftar karena menunggu pengumuman itu,” ungkap Etty.

Dia berharap Dinas Pendidikan Surabaya memikirkan hal tersebut. Sesuai Perwali 25/2019 tentang Petunjuk Teknis PPDB SD dan SMP disebutkan, bila jarak antara sekolah dan rumah sama, diprioritaskan waktu pendaftaran. Yang mendaftar duluan lebih berpotensi diterima.

Terkait hal itu, Ikhsan menyebutkan bahwa pertimbangan utama tetap jarak antara rumah dan sekolah. Dia membandingkan dengan model nilai yang diterapkan pada PPDB sebelumnya. Saat nilai yang dijadikan dasar, ada orang tua yang punya strategi melihat dulu nilai siswa yang sudah daftar. Baru pada detik-detik akhir dia mendaftarkan anaknya sehingga menggeser pendaftar sebelumnya. “Yang mendaftar terakhir pun sebenarnya sama (peluangnya) kalau pakai model zonasi,” jelas Ikhsan.

Jalur Mitra Warga

SMP swasta yang terlibat dalam penerimaan calon peserta didik baru dari jalur mitra warga berjumlah 262 sekolah. Jumlah murid dari keluarga kurang mampu yang diterima di setiap sekolah bervariasi. Total siswa dari jalur mitra warga mencapai 14 ribu orang.

Koordinator Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Swasta Surabaya Erwin Darmogo mengungkapkan, dalam waktu satu hingga dua hari ke depan pihak sekolah memverifikasi siswa-siswa yang telah ditempatkan di SMP swasta itu. Akan dicek calon siswa tersebut layak masuk jalur mitra warga atau tidak. “Kalau rumahnya dua lantai, punya mobil, ya tidak bisa diterima,” jelas dia.

Editor : Dhimas Ginanjar