alexametrics

Erupsi Merapi Tak Membuat Monyet Ekor Panjang Stres

12 Mei 2018, 10:53:44 WIB

JawaPos.com – Letusan freatrik Gunung Merapi terjadi pada Jumat (11/5) kemarin. Peristiwa alam itu tak sampai mempengaruhi satwa-satwa di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Terutama monyet ekor panjang yang populasinya banyak di Sleman.

“Monyet ekor panjang tidak stres. Kemarin saya sudah pantau, tetap beraktivitas seperti biasa,” kata Kepala Resort Pakem dan Turi TNGM Teguh Wardaya ditemui di kawasan Tlogo Putri, Kaliurang, Sleman, Sabtu (12/5).

Letusan freatik Gunung Merapi hanya menimbulkan dampak abu vulkanik. TNGM telah melakukan penutupan kawasan wisata di beberapa tempat. Seperti di Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo di Kaliurang, Pakem. Kemudian Panguk dan Plunyon di Kalikuning, Cangkringan. Lalu Sapuangin, Deles di Kemalang, Klaten, dan Jurang Jero di Srumbung, Magelang.

Selanjutnya menutup sementara jalur pendakian Merapi dari Sapuangin, Klaten, maupun jalur Selo, Boyolali. “Sementara ditutup sampai ditentukan kemudian hari. Saya belum tahu juga. Kaitannya dengan Kepala Balai (TNGM),” ucapnya.

Sebagai informasi, letusan freatik Merapi menyebabkan hujan abu di berbagai tempat. Dampak terbesar ada di Kabupaten Sleman. Karena abu vulkanik dari Merapi mengarah ke Barat Daya dan Selatan.

Sebelum peristiwa terjadi, satwa-satwa liar di Merapi tak menunjukkan gejala. Seperti monyet-monyet ekor panjang yang turun atau binatang lainnya. “Kemarin itu tidak ada yang turun monyetnya,” pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Erupsi Merapi Tak Membuat Monyet Ekor Panjang Stres