JawaPos Radar

Dewan Ungkap Penyebab Mangkraknya Revitalisasi Asrama Haji

12/05/2017, 11:22 WIB | Editor: Ilham Safutra
Dewan Ungkap Penyebab Mangkraknya Revitalisasi Asrama Haji
Ilustrasi (Paksi Sandang Prabowo/Kaltim Post/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mangkraknya pengerjaan revitalisasi Asrama Haji Provinsi Jambi yang dikerjakan oleh PT Guna Karya Nusantara (GKN) sebetulnya sudah tercium sejak awal tender. Sehingga tidak heran proyek itu mangkrak hingga kontraktor memintah perpanjangan waktu pengerjaan dua kali.

Menurut Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi AR Syahbandar, penyebab mangkraknya pembangunan revitalisasi asrama haji ini tidak hanya pada kontraktor. Tapi ada tiga hal yang selama ini tak sejalan.

Disebutkannya, sebelum pembangunan dimulai tentu ada perencanaan dan time schedule yang dibuat. Kemudian, bagaimana kontraktor melaksanakan pembangunan berdasarkan perencanaan itu. Selanjutnya, peranan pengawas pengerjaan juga bertanggung jawab atas proyek puluhan miliar ini. "Perencanaan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksana yang diawasi. Ini seharusnya sejalan," paparnya seperti dilansir Jambi Independent (Jawa Pos Group), Jumat (12/5).

Lebih jauh dikatakannya, setiap proyek, ada konsultan dan  pengawas. Kontraktor dan pengawas bertanggung jawab untuk menyelesaiakan proyek pembangunan. "Kontraktor adalah pelaksana, yang bertanda tangan dalam kontrak. Kemudian ada juga konsultan pengawas, yang bisa menekan agar pengerjaan sesuai dengan jadwal dan target. Kedua pihak ini memegang peranan dalam pembagunan," ujarnya.

Secara pribadi, Syahbandar mengaku kecewa dengan mangkraknya pembangunan ini. Apalagi musim haji tahun ini sudah dekat dan asrama haji tersebut akan dipergunakan oleh para Calon Jemaah Haji (CJH). Ini yang harus dipikirkan oleh banyak pihak, agar asrama haji bisa dimanfaatkan oleh para CJH. "Harus segera dipikirkan, langkah-langkah apa yang harus diambil," katanya.

Syahbandar meminta audit pekerjaan proyek ini dilakukan secara menyeluruh. Ada pihak yang memeriksa pembangunan tersebut. Namun yang jelas, dirinya menekankan jika nanti dilanjutkan pembangunannya, jangan sampai terhenti lagi. Sementara untuk sanksi bagi kontraktor, harus dijalankan sesuai dengan kontrak yang disepakati.

Sementara itu, Thoib Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi mengatakan, saat ini protek revitalisasi asrama haji masih dalam pemeriksaan BPKP, Inspektorat dan P4D.

Dia mengatakan pihak Kemenag belum menerima laporan dari hasil pemeriksaan tersebut. "Masih dalam proses pemeriksaan, kami belum menerima laporan hasilnya," ujarnya singkat. (enn/mui/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up