alexametrics

Kucuran Dana Desa di Jateng Meningkat

12 April 2019, 16:45:08 WIB

JawaPos.com – Besaran nominal dana desa yang terkucur di Jawa Tengah meningkat 2019 ini. Dari tahun sebelumnya rata-rata Rp 862,4 juta menjadi sebesar Rp 1 miliar per desa.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng, Sulaimansyah mengatakan, penyaluran dana desa mencapai Rp 7,8 triliun. Dengan jumlah penerima 7.809 desa di 527 kecamatan dari 29 kabupaten.

Sehingga, dipastikan dengan jumlah ini rata-rata kucuran dana desa setiap desa akan mengalami peningkatan. Lantaran, tahun sebelumnya penyaluran dana desa ke Jateng hanya Rp 6,7 triliun. “Untuk yang tahun 2019 ini, hingga triwulan pertama sudah tersalur sebesar Rp 1,3 triliun,” jelas Sulaimansyah, Jumat (12/4).

Dibeberkannya, selama lima tahun terakhir, kucuran dana desa ke Jateng memang terus bertambah, bahkan dikalkulasi mencapai 350 persen. Mulai dari Rp 2,2 triliun di tahun 2015 menjadi Rp 5 triliun di tahun 2016. “Dan 2017 naik kembali jadi Rp 6,3 triliun,” sambungnya.

ILUSTRASI: Selama lima tahun terakhir, kucuran dana desa ke Jateng memang terus bertambah. (Istimewa)

Pihaknya berharap, dana desa yang terkucur itu bisa dimanfaatkan dengan baik dan optimal. Lantaran, masih ada kejadian penggunaan dana desa yang kurang tepat sasaran.

Di samping itu, masih ada juga keterlambatan dalam penyusunan APBDes. “Pemahaman aparatur desa atas pengelolaan keuangan desa juga masih menjadi kendala. Untuk itu, kami terus melakukan upaya dengan memberikan pembinaan terus menerus ke aparatur desa, meningkatkan kualitas pendampng desa dan beberapa yang lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, dana desa diberikan oleh pemerintah pusat sebagai upaya pemerataan pembangunan. Diakuinya, Jawa Tengah memang menjadi salah satu provinsi penerima dana desa terbesar.

Pihaknya berharap dengan pemanfaatan dana desa yang tepat, desa-desa di wilayahnya dapat menjadi desa maju dan menjadi percontohan. “Saya meminta para kepala desa untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam memanfaatkan dana desa ini,” pesan Ganjar.

Dalam penggunaannya, Ganjar menekankan agar dana desa digunakan sesuai program, transparan, akuntabel dan bermanfaat. “Tolong libatkan masyarakat dan buka ruang informasi publik seluas-luasnya agar masyarakat dapat ikut mengawasi,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads