alexametrics

Dilantik, Bupati Purbalingga Diminta Gaspol

Wawali Pekalongan Juga Diminta Benahi Rob
12 April 2019, 19:15:33 WIB

JawaPos.com – Dyah Hayuning Pratiwi, akhirnya resmi dilantik sebagai Bupati Purbalingga masa jabatan 2016-2021. Dia menggantikan Tasdi yang kini harus mendekam di penjara karena kasus korupsi.

Pelantikan Dyah dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dia memintanya untuk bekerja keras untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Purbalingga. Meski hanya menyisakan masa jabatan dua tahun.

“Maka waktu yang sedikit ini harus bisa dimaksimalkan dengan baik dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Harus gaspol,” kata Ganjar usai melaksanakan pelantikan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Kota Semarang, Jumat (12/4).

Kasus Tasdi kemarin memang cobaan buat Purbalingga. Tapi, Ganjar meminta peristiwa ini tak lantas menghentikan laju pembangunan di kabupaten yang terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan rambut palsu itu. “Ini momentum untuk memperbaiki diri, membangun integritas. Maksimalkan waktu yang pendek ini untuk melakukan percepatan-percepatan dalam rangka merubah kondisi yang masih kurang baik,” tegasnya Ganjar.

Purbalingga, menurut Ganjar, memiliki potensi daerah yang sangat luar biasa. Yang bakalan makin moncer saat Bandara Wirasaba diresmikan nanti. “Purbalingga harus menjemput kemajuan. Setelah nanti bandara dibangun dan dibuka, daerah ini akan luar biasa. Nah dalam sisa masa jabatan ini, Bupati harus bisa mengakselerasi itu,” pesan Politisi PDIP itu.

Dalam kesempatan itu pula, ada Achmad Afzan Arslan Djunaid yang dilantik jadi Wakil Wali Kota Pekalongan. Dia menggantikan kakaknya, Achmad Alf Arslan Djunaid yang meninggal dunia September 2017 lalu.

Ganjar berpesan kepada Achmad Afzan, supaya segera menyatu dengan Wali Kota Saelany Mahfudz untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan rumah di Kota Batik tersebut. Seperti soal banjir rob yang harus mendapat perhatian serius.

“Selain itu, persoalan limbah industri batik juga harus diselesaikan, mengingat sungai-sungai di Pekalongan banyak yang tercemar limbah,” kata Ganjar.

Terakhir, seperti saat momen-momen pelantikan lainnya, Ganjar mewanti-wanti mengenai pentingnya pelayanan mudah, murah dan cepat kepada masyarakat. Ditambah, soal integritas agar cita-cita mewujudkan pemerintahan yang baik dan bebas korupsi mampu tercipta.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads