alexametrics
Bom di Sibolga

Lewat Pengeras Suara Masjid, Ustad Bujuk Terduga Teroris

12 Maret 2019, 19:05:17 WIB

JawaPos.com – Polisi terus bersiaga di lokasi ledakan, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/3). Upaya persuasif pun dilakukan untuk membujuk terduga teroris keluar dari rumahnya.

Kabar teranyar dari lokasi, polisi melakukan berbagai upaya untuk mengamankan terduga teroris. Bahkan, tokoh agama di seputar lokasi juga ikut membujuk.

Ustad Zainun, salah seorang tokoh agama di sana berbicara lewat pengeras suara masjid. Dia meminta terduga teroris berinisial HUS alias AH menyerahkan diri.

“Menyerahlah, ingat anakmu. Jangan kau korbankan anakmu. Bicarakan baik-baik kalau ada masalah. Tidak ada agama yang mengajarkan hal yang begitu. Menyerahlah,” kata sang Ustad.

Ledakan tersebut, terjadi di rumah HUS alias AH sekira pukul 14.20 WIB. Kabar dari lokasi menyebut, terduga teroris bersama keluarganya masih berada di dalam rumah. Tim Densus 88 dibantu kepolisian setempat sudah mensterilkan lokasi itu.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto saat ini sudah berada di lokasi. Dia datang menaiki helikopter dan mendarat di Lapangan Horas, Sibolga sekira pukul 16.30 WIB.

Kapolda Sumatera Utara, Agus Andrianto yang didampingi Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani pun langsung menuju lokasi ledakan.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal juga sudah memberikan keterangan di Mabes Polri. Kata dia ledakan terjadi ketika petugas dari Datasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan pengecekan di rumah terduga teroris. Akibatnya sejumlah orang luka-luka termasuk dari pihak Kepolisian.

“Saat ini tim Densus 88 Anti Teror dan Polres setempat dibantu oleh tokoh-tokoh masyarakat sedang melakukan upaya negoisiasi agar diduga istri dan anak pelaku menyerahkan diri,” pungkas Iqbal.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Prayugo Utomo

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Lewat Pengeras Suara Masjid, Ustad Bujuk Terduga Teroris