alexametrics

Penembak Kepala Mahasiswa itu Mengaku Anggota Polisi Angkatan 43

12 Maret 2017, 08:11:41 WIB

 

Menjelang terjadinya aksi penembakan, yang berakibat tewasnya Dedy, Mahasiswa Unmuh Jember itu, Rama, yang juga teman korban, sempat terlibat cekcok pula dengan pengemudi mobil Suzuki Swift. Saat ditanya Rama, pengemudi itu mengaku dari kepolisian. Sedangkan Rama adalah anggota Polsek Tamanan, Polres Bondowoso.

Secara terpisah saat ditemui wartawan Jawa Pos Radar Ijen, Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal mengatakan, saat kejadian ada anggotanya di lokasi kejadian. Dia adalah Brigpol Rama Adi Gunawan Andani yang bertugas di Subsektor Jambesari, Polsek Tamanan. “Anggota kami ini menjadi saksi, bukan pelaku atau korban,” terangnya.

 Dari hasil pembicaraan dengan Brigpol Rama, Afrisal menjelaskan, saat itu Rama memang berbocengan dengan saudaranya bernama Dedy mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi korban tersebut. “Jadi korban yang dibonceng itu masih saudara Rama, sama-sama dari NTB,” terangnya.

 Namun saat melintas di Jl Sultan Agung, di depan motor Rama ada dua mobil swift silver dan jazz putih. “Dua mobil itu alan berdampingan bukan berurutan,” ujarnya. Laju dua mobil tersebut menghalangi jalan, membuat Rama mencoba untuk menegur agar mobil itu menepi.

 “Rama bilang minggir-minggir, Mas. Mungkin nggak direspons baik oleh pengemudi mobil swift itu,” terang Afrisal. Hingga akhirnya pengendara mobil itu keluar dan cekcok dengan Rama.

BACA JUGA: Cekcok, Dor, Mahasiswa Unmuh Ini Langsung Terkapar di Jalan

 “Pengemudi mobil itu tanya ke Rama, kamu itu siapa? Rama mengatakan anggota polisi. Pengemudi itu mengaku juga anggota polisi,” ujarnya.

 Kata Afrisal, Rama sempat menanyakan kepada pengemudi tadi, angkatan berapa di Polri. “Seingat Rama pengemudi itu bilang angkatan 43. Berarti pengemudi tersebut masih junior Rama,” terangnya.

 Jika, itu benar angkatan 43, Afrisal memastikan itu bukan anggota dari Polres Bondowoso. Sebab, angkatan 43 yang tugas di Bondowoso semuanya Polwan.

Dedy, berdasar pengakuan Rama ke Afrisal, tak terlibat cekcok dan tetap berada di motor. Saat Rama mau kembali ke motor, tiba-tiba dari dalam mobil ada suara tembakan senjata api. Tembakan itu langsung mengenai korban dan meninggal di tempat. “Yang diingat Rama, ciri mobil itu swift silver, velg pink dan orang yang mengaku polisi tersebut berambut pendek,” katanya.

 Setelah kejadian pun, Rama sempat menuju pos polisi lalu lintas Jl PB Sudirman, yang berada di dekat BRI. “Rama ke pos lantas, minta tolong untuk dilakukan pengejaran,” imbuhnya.

 Hingga, saat ini, Afrisal mengaku tidak tahu pengembangannya sam pai sejauh mana dan seberapa besar keterlibatan anggota Polsek Ta manan itu. “Kami serahkan semua ke Satreskrim Polres Jember, karena ini wilayah hukum mereka,” ujarnya.

 Mantan Kasatnarkoba Polres Metro Jakarta Barat ini mengatakan, Rama ke Jember saat lepas tugas. Terlebih lagi, tempat tinggal Rama juga di Jember. “Keluar hingga dini hari bisa jadi mencari makan atau lainya,’’ katanya.

 Afrisal menjelaskan, Rama dikenalnya sebagai polisi yang baik. Dia tak pernah bermasalah. Bahkan dikenal loyal pada tugas sampai tidur di Pos Subsektor Jambesari. Dalam tugasnya, Rama juga tak dibekali senjata api. Setelah pemeriksaan selesai dan Rama boleh kembali bertugas, Afrisal akan segera memanggil untuk diperiksa propam. Sekali gus menjalani test urine, untuk mengetahui apakah anggota tersebut konsumsi narkoba apa tidak. (dwi/ras/JPG)

Editor : Thomas Kukuh


Close Ads
Penembak Kepala Mahasiswa itu Mengaku Anggota Polisi Angkatan 43