JawaPos Radar

Perampokan Sarang Burung Walet Lintas Provinsi Diringkus, Begini Modusnya

12/03/2016, 20:27 WIB | Editor: Ilham Safutra
Perampokan Sarang Burung Walet Lintas Provinsi Diringkus, Begini Modusnya
()
Share this

JawaPos.com BANJARMASIN - Tim Resmob Polda Kalsel berusaha mengejar aksi pelaku perampokan sarang burung walet di tanah Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pasalnya aksinya selain sangat merugikan korban dan cara beraksinya terbilang cukup rapi.

Kanit Resmob Polda Kalsel AKP Arief Prasetya menuturkan, modus perampokan yang dilakukan komplotan ini sangat rapi. Masing-masing pelaku mempunyai peran berbeda dan saling mendukung.

Dilansir dar Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), tersangka Bani bertugas memantau lokasi sasaran sekaligus merangkap sopir. Setelah melakukan survei di lapangan dengan dibantu Mawardi, mereka langsung melapor kepada Mustofa dan Nadi.

Laporan itu ditindaklanjuti Mustofa dan Nadi dengan meminta sejumlah uang kepada Fathur untuk biaya mereka dalam menjalankan aksinya dengan janji hasilnya dijual kepada Fathur. (baca: 9 Kawanan Rampok Sarang Burung Walet Diringkus, 4 Terpaksa Dilumpuhkan)

Usai sasaran telah dipastikan, pada malam hari mereka melancarkan aksinya.

Nadi (50) dan Mustofa berperan mengancam korban dengan celurit. Sementara Mawardi dan M Arif mengikat korban.

Sedangkan Supaidi bertugas mengambil sarang burung walet. Untuk tersangka Hopi bertugas menyediakan peralatan perampokan. "Dengan rencana yang matang tersebut, komplotan rampok ini sudah berhasil menggasak sarang walet di belasan daerah di Kalsel termasuk di Kalteng," AKP Arief Prasetya.

Seperti daerah Sungai Loban dan Pagatan, Kabupaten Tanbu, Tajau Pecah, Kabupaten Tanah Laut, Cindai Alus dan Gambut, Kabupaten Banjar, Cerbon dan Jejangkit, Kabupaten Batola, Palingkau dan Anjir di Provinsi Kalteng.

“Pelaku menyekap dan mengikat penjaga sarang burung walet. Para pelaku mengaku melakukan perampokan di 12 TKP wilayah Kalsel dan Kalteng. Para pelaku yang memiliki tugas masing-masing mendapatkan bagian berbeda dari Rp8 juta hingga Rp9 juta,” jelas Arief. (gmp/tof/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up