alexametrics

Tanya Jawab dengan Khofifah Indar Parawansa dan Soekarwo

Lanjutkan Yang Baik, Benahi Yang Kurang
12 Februari 2019, 11:05:37 WIB

JawaPos.com – Pergantian kepemimpinan tidak boleh menghanguskan program-program yang bermanfaat untuk masyarakat. Karena itu, Khofifah Indar Parawansa akan melanjutkan program-program Soekarwo yang sudah berjalan baik.

Apa potensi utama Jawa Timur (Jatim) yang belum dikembangkan dan akan menjadi kekuatan utama selama lima tahun ke depan?

Tanya Jawab dengan Khofifah Indar Parawansa dan Soekarwo
GUBERNUR JAWA TIMUR TERPILIH: Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto akan memimpin Jawa Timur untuk lima tahun mendatang. Mereka menggantikan kepemimpinan Soekarwo-Gus Ipul. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Soekarwo: Yang paling penting adalah SDM (sumber daya manusia, Red). Karena sektor itu bisa membenahi semuanya. Kita punya bahan baku luar biasa. Jadi, sebetulnya yang bisa mempercepat adalah bagaimana mengolah semua potensi itu. Dan itu sudah kita lakukan. Karena itu, saat ini 66 persen industri di Jatim adalah agroindustri. Dan itu sudah menjadi future kita. Bahkan, 2017 lalu sektor ini sudah memberikan income 1,5 miliar dolar dari Asia.

Sehingga kita sudah bisa dikatakan menang dalam pertarungan.

Khofifah: Banyak potensi yang masih perlu dikembangkan. Kami sudah menerima masukan dari dewan dan Pakde Karwo (sapaan Soekarwo, Red). Masukan itu menjadi modal kami dalam melangkah ke depan. Kami paham, banyak pekerjaan rumah yang harus dikebut. Salah satunya infrastruktur. Seperti banjir yang terjadi di Sampang, katanya setahun bisa terjadi sampai tiga kali. Lalu di Kraton (Pasuruan) yang terjadi hampir setiap tahun. Masalah tersebut harus segera diatasi.

Kami akan menyinergikan secara horizontal maupun vertikal. Selama ini sinergi itu sudah terbangun dengan baik. Ke depan akan kami optimalkan. Permasalahan dan langkah apa ke depan akan kami sampaikan Senin nanti di depan DPRD Jatim.

Apa kendala utama pembangunan Jatim dalam lima tahun terakhir yang harus segera diatasi?

Soekarwo: Dari sisi potensi, Jatim sudah sangat luar biasa. Namun, saat ini ada hal yang perlu dibenahi, terutama soal teori pengolahan dan pemasaran. Selama ini kita sudah sering menggerakkan untuk membuat (memproduksi) sesuatu. Tapi, ternyata hal itu tidak sesuai dengan permintaan pasar. Dari sisi ekonomi itu dinamakan supply side.

Makanya, konsepnya perlu diubah menjadi supply chains. Pemanfaatan seluruh potensi itu harus disesuaikan dengan permintaan pasar. Jangan ada lagi, saat dibutuhkan, ternyata di pasar tidak ada.

Khofifah: Kami belum akan memerinci kendala yang dialami pemerintah ke depan. Tapi, kami sudah mendapat masukan dari banyak pihak. Masukan itu akan menjadi modal kami untuk disesuaikan dengan Nawa Bhakti Satya. Yang jelas, semua program menjadi prioritas. Tapi, memang ada yang didahulukan. Semua terangkum dalam 99 hari kerja.

Di hari pertama, kami akan mendatangi KPK sebagai langkah preventif terhadap banyak hal. Itu kami lakukan di awal. Jadi, skala prioritas atau sektor yang digarap meliputi banyak hal. Kami belum akan menyampaikannya sekarang.

Apa yang bisa Ibu Khofifah sampaikan untuk Pak Soekarwo yang memimpin Jatim selama sepuluh tahun terakhir?

Selama sepuluh tahun banyak prestasi yang dicapai. Pakde Karwo berhasil menjaga Jatim tetap kondusif. Hubungan vertikal maupun horizontal bisa berlangsung dengan baik. Bagi kami, apa yang sudah baik akan kami lanjutkan dan tingkatkan. Dan apa yang belum baik akan dibenahi dan dicari yang lebih baik.

Apa yang bisa Pakde sampaikan untuk pasangan Khofifah-Emil yang akan memimpin Jatim lima tahun mendatang?

Beliau dua-duanya asli Jatim. Sehingga mereka sudah tahu perilaku dan kultur masyarakat Jatim yang open minded dan terbuka. Saya kira mereka sudah sangat paham. Namun, ada satu hal yang sudah saya sampaikan, terutama soal membangun komunikasi. Termasuk ketika bertemu dengan DPRD kemarin (Minggu malam lalu, Red), yakni terkait komunikasi politik. 

Editor : Dida Tenola

Reporter : (riq/ris/c9/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Tanya Jawab dengan Khofifah Indar Parawansa dan Soekarwo