alexametrics

Prostitusi Online Jajakan Perempuan Muda di Batam Terbongkar

12 Februari 2019, 00:25:37 WIB

Jawapos.com – Praktik prostitusi online di Kota Batam dibongkar personel Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri). Seorang pria berinisial AS alias A diringkus petugas.

AS merupakan muncikari yang menjajakan tujuh perempuan muda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Diduga para perempuan muda itu, merupakan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes S Erlangga mengungkapkan, tujuh perempuan muda itu diketahui identitasnya yakni, RS Alias E, 19, asal Pangandaran, Jawa Barat; NJ, 20, asal Cirebon, Jawa Barat; VR, 20, asal Purwakarta, Jawa Barat; MAF Alias C, 32, asal Medan, Sumatera Utara; FH Alias I, 32, asal Jakarta; WAW, 23, asal jawa tengah; dan L, 19, asal Medan.

Prostitusi Online Jajakan Perempuan Muda di Batam Terbongkar
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes S Erlangga di dampingi Dir Reskrimum dalam pengungkapan kasus prostitusi online di Batam. (Istimewa)

“Pengungkapan kasus ini, setelah dilakukan pemantauan selama sekitar tiga bulan. Dari pengungkapan yang dilakukan pada Sabtu (9/2) lalu itu, tim berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial AS alias A,” jelas Kombes S Erlangga di Mapolda Kepri, Senin (11/2).

Tertangkapnya AS, bermula dengan aksi penyamaran. Dimana tim berpura-pura menjadi pemesan yang ingin memanfaatkan jasa yang ditawarkan AS melalui website. Setelah proses transaksi berlangsung dan disepkati untuk bertemu di salah satu lokasi di Batam, petugas langsung mengamankan AS bersama seorang wanita yang dijanjikan.

“Kita pantau sejak Desember 2018 lalu, akhirnya berhasil kita amankan AS dengan memancingnya. Anggota berpura-pura jadi pelanggan,” ujar Erlangga.

Setelah itu, AS dan seorang korbannya digelandang ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan awal yang dilakukan, satu korban yang dijadikan PSK oleh AS adalah wanita asal Jakarta yang memang disiapkannya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dalam pengungkapan tersebut diantaranya, dua butir pil norelut norethusterone (obat penunda haid/pencegah kehamilan); dua lembar boarding pass batik air dari Halim Perdana Kusuma menuju Batam atas nama pelaku dan korban; satu buah flashdisk yang berisi video oral sex berdurasi 59 detik antara tersangka dan korban saat akan direkrut menjadi PSK; uang tunai senilai Rp 3.250.000,00 dan uang hasil rental mobil senilai Rp 500.000,00.

Selain itu, juga ada beberapa bukti transaksi untuk menunjang aktivitas mobilisasi pelaku dan korban. Atas perbuatannya, AS dijerat dengan pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang.

“Dengan ancaman paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun dan atau pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 64 ayat (1) kuhp,” tandasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Bobi Bani

Copy Editor :

Prostitusi Online Jajakan Perempuan Muda di Batam Terbongkar