alexametrics

Mengandung Zat Berbahaya, Pemkot Bandung Atur Penggunaan Asbes

12 Februari 2019, 15:45:18 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Kota Bandung melalui Perda Nomor 14 Tahun 2018 tentang Bangunan dan Gedung melarang penggunaan bahan bangunan yang dianggap berbahaya. Salah satunya yakni penggunaan asbes.

Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Bandung Iskandar Zulkarnaen mengungkapkan, asbes memiliki bahan serat mineral bersifat tahan panas. Selama ini kerap digunakan sebagai atap bangunan.

Menurutnya, asbes ternyata mengandung zat beracun. Sehingga dalam Perda Nomor 14 Tahun 2018 sebagai pengganti Perda Nomor 5 Tahun 2010 mengatur soal persyaratan kesehatan bangunan dan gedung.

“Ada pasal lagi terhadap bahan yang dianggap beracun. Pada Perda ini kami atur untuk bahan yang berdampak ke masyarakat tidak dipakai lagi, contohnya itu asbes,” kata Zulkarnaen di Taman Sejarah, Jalan Aceh, Bandung, Selasa (12/2).

Dalam perda tersebut di pasal 69 tertera persyaratan kesehatan bangunan gedung meliputi sistem penghawaan, sistem pencahayaan, sistem sanitasi dan penggunaan bahan bangunan. Sedangkan, penggunaan bahan bangunan dalam pasal 77 ayat 1 ‎bahwa bahan bangunan harus aman bagi kesehatan pengguna bangunan gedung dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan, serta penggunanya dapat menunjang pelestarian lingkungan.

“Dari sisi bahannya asbes tidak sehat dipakai masyarakat. Asbes mengandung zat berbahaya yang ada didalamnya apabila terlalu panas menguap dan terhirup oleh yang tinggal di situ. Belum lagi kalau pembuatanya tidak sempurna, ada serpihan yang membahayakan,” paparnya.

Dari sejumlah literatur dan artikel penelitian kesehatan, bahan yang terkandung dalam asbes ini berpotensi memicu timbulnya kanker.‎ Maka pihak Pemkot Bandung terus mensosialisasikan Perda Nomor 14 Tahun 2018 kepada pemilik bangunan, pengusaha, maupun masyarakat.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Siti Fatonah

Copy Editor :

Mengandung Zat Berbahaya, Pemkot Bandung Atur Penggunaan Asbes