alexametrics
Rekonstruksi Peragakan 41 Adegan

Kedipan Mata Jadi Kode Pembunuhan Berencana Bos Laundry Surabaya

12 Februari 2019, 17:24:30 WIB

JawaPos.com- Polrestabes Surabaya menggelar rekonstruksi pembunuhan yang menewaskan bos laundry Ester Lilik Wahyuni, Selasa (12/2). Rekonstruksi tersebut berlangsung di lokasi eksekusi, Jalan Simpang Darmo Permai Selatan XV, Surabaya.

Polisi menghadirkan langsung dua eksekutor pembunuhan, yakni M. Ari alias Mat, 20; dan Syaifur Rizal alias Ijang, 19. Dua pelaku merupakan karyawan laundry milik Ester.

Mat dan Ijang memeragakan 41 adegan. Adegan pertama diawali dengan adu mulut antara korban dengan keduanya.

Kedipan Mata Jadi Kode Pembunuhan Berencana Bos Laundry Surabaya
Jenazah Ester yang dimasukkan ke dalam tong sampah, saat ditemukan di Romokalisari, 17 Januari lalu. (Dokumen Linmas Kota Surabaya)

Sebanyak 38 adegan berlangsung di lokasi tersebut. Sedangkan 3 adegan lainnya memeragakan saat Mat dan Ijang membuang jasad Ester di Jalan Raya Romokalisari.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, seluruh adegan yang diperagakan kedua tersangka sama persis dengan yang tercatat di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Temuan (fakta) baru secara signifikan tidak ada. Semua sesuai dengan BAP. Tapi dengan adanya rekonstruksi itu, malah semakin memperjelas,” jelas Sudamiran yang turut menyaksikan proses rekonstruksi.

Beberapa adegan yang memperkuat BAP terjadi pada adegan ke-11 dan ke-13. Dua adegan tersebut makin membuktikan bahwa pembunuhan sadis itu telah direncanakan sebelumnya.

Pada adegan ke-11, Ester memarahi Mat dan Ijang atas segala kelalaian mereka. Mulai lupa membersihkan rumah, pintu tidak dikunci, dan lain sebagainya.

Kemarahan Ester itu makin membuncah. Ujung-ujungnya dia memecat dan mengusir dua karyawannya itu. Mat dan Ijang yang tidak terima, lalu menagih janji korban soal upah saat bekerja selama 1 minggu.

Ester semakin marah. Dia semakin gencar memarahi Mat dan Ijang. Kedua tersangka tak punya pilihan selain menuruti kata Ester sambil memendam kebencian.

Masuk adegan ke-12, Mat dan Ijang naik ke lantai 2 untuk mengemasi barang-barang mereka. Sembari mengemasi barang, Mat dan Ijang merencanakan pembunuhan.

Mat dan Ijang mengatur strategi dengan kode kedipan mata. Masuk adegan ke-13, Ijang yang menghampiri Ester menerima kode kedipan dari Ijang. Ijang langsung menghantam dan mencekik Ester dari belakang.

Ester yang menerima serangan mendadak, langsung ambruk. Setelah itu, Mat ikut menganiaya dengan menginjak dada korban.

“Jadi ada jeda waktu. Nggak langsung marah-marah lalu dipukul. Ester masih hidup waktu itu. Nah, setelah dikode langsung dipukul di tengkuk. Korban jatuh lalu dicekik. Si Ari (Mat) langsung menginjak dada korban,” terang Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya AKP Agung Widoyoko.

Agung menegaskan, tiga adegan itulah yang masuk pada kategori pembunuhan berencana. Kode kedipan mata itu menjadi kunci polisi untuk menjerat dua tersangka dengan pasal 340 KUHP. Mat dan Ijang terancam hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

Sebagai informasi, kasus tersebut berawal saat jenazah Ester ditemukan di Romokalisari, Surabaya, 17 Januari lalu. Saat itu jasad Ester ditemukan di dalam tong sampah oleh seorang pemulung. Tak hanya itu, tubuh Ester juga diikat dan diselimuti sprei hotel.

Berbekal sprei tersebut, polisi lantas mencari petunjuk. Korps Bhayangkara lalu mendapati fakta bahwa sprei itu sedang di-laundry-kan ke tempat Ester. Dari sana lah, polisi mencurigai dua pelaku yang tak lain adalah karyawan laundry Ester. Mereka ditangkap keesokan harinya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Aryo Mahendro

Kedipan Mata Jadi Kode Pembunuhan Berencana Bos Laundry Surabaya