alexametrics

BI Solo Gandeng Kepolisian Awasi Peredaran Upal

12 Februari 2019, 18:50:13 WIB

JawaPos.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo menggandeng pihak kepolisian untuk mencegah peredaran uang palsu (upal). Pasalnya, setiap tahun peredaran upal di Solo terus mengalami peningkatan.

Meskipun tidak signifikan, tetapi peningkatan ini cukup meresahkan maka perlu dilakukan antisipasi. “Kami sudah menggandeng kepolisian untuk mencegah peredaran Upal di Solo,” ungkap Kepala KPw BI Solo, Bandoe Widiarto kepada JawaPos.com, Selasa (12/2).

Lebih lanjut, Bandoe mengungkapkan, peredaran Upal di Solo terus mengalami peningkatan. Tetapi, peningkatan ini tidaklah signifikan. 

Bandoe menguraikan, sebagaimana yang berhasil ditemukan oleh BI Solo selama kurun waktu 2017 menemukan 4.858 lembar Upal dengan berbagai pecahan. Sedangkan di tahun 2018, BI menemukan ada 5.185 lembar Upal.

“Di tahun 2016 lalu jumlah Upal yang beredar di Solo cukup banyak, mencapai 7.101 lembar upal,” imbuhnya. 

Sementara itu, disinggung mengenai pecahan Upal yang sering beredar di masyarakat yakni Upal dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Dengan prosentase, upal dengan pecahan 54,93 persen. Sedangkan Upal dengan pecahan Rp 50 ribu sebanyak 40,52 persen. “Memang Upal didominasi dengan pecahan besar yakni Rp 100 ribu,” katanya.

Selain pencegahan dengan pihak kepolisian, Bandoe juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar terhadap peredaran Upal. Sehingga, masyarakat tidak lagi menjadi korban peredaran Upal. Cara mengantisipasi peredaran Upal yakni dengan 3D, dilihat, diraba dan diterawang.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

BI Solo Gandeng Kepolisian Awasi Peredaran Upal