alexametrics
Kisah TKW Ilegal Asal Kota Malang

12 Tahun Cari Diah, Keluarga Kehabisan Foto

12 Februari 2019, 19:11:11 WIB

JawaPos.com – Dia Anggraeni menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Perempuan asal Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) itu bekerja di Amman, Jordania. Semenjak kepergian Diah, keluarga dirudung rasa cemas. Sebab Diah tanpa kabar selama 12 tahun.

Pihak keluarga sudah mulai mencari informasi setelah tiga tahun kepergian Diah. Berbagai cara dilakukan. Termasuk dengan pergi ke orang pintas alias dukun. “Mencari (ke orang pintar) sudah sampai Madura,” ujar ibunda Diah, Prapti Utami, 53, kepada JawaPos.com, Selasa (12/2).

Hal itu diungkapkan Prapti setelah dimintai wartawan untuk menunjukkan foto Diah. Ibu 9 anak itu mengaku sudah kehabisan stok foto. Pasalnya, foto-foto Diah sudah diberikan saat menemui orang pintar. “Foto sampai habis. Dicari ke orang pintar, ngasih foto,” ungkap Prapti.

Semenjak kepergian Diah pada 2006, pihak keluarga tidak pernah melakukan komunikasi sama sekali. “Dari berangkat sampai sekarang nggak pernah komunikasi. Setelah 3 tahun nggak ada kabar, baru mencari (informasi) ke orang pinter,” terangnya.

Diah merupakan anak pertama dari 9 bersaudara. Sebelum memutuskan untuk bekerja ke Jordania, Diah sempat ikut orang untuk menjual barang pecah belah di pasar.

Adik Diah, Windi Asriati, 27, mengatakan, pihak keluarga tidak pernah berpikir negatif terkait kepergian sangk kakak selama 12 tahun. “Tidak mikir sampai meninggal. Pihak keluarga mikirnya karena kami ini kan (orang beriman). Mikirnya Insya Allah di sana selamat,” sambung Windi.

Doa mereka pun terkabul. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jordania, pihak keluarga mendapat informasi bahwa Diah telah ditemukan pada Desember 2018. Diah rupanya menjadi TKW nonprosedural atau ilegal sebagai seorang asisten rumah tangga (ART). “Alhamdulillah, ternyata yang di atas mendengar doa kami,” ucap Windi.

Ibunda Diah mengaku bersyukur mendapat kabar tersebut. Saat ini, keluarga hanya berharap Diah bisa segera pulang ke rumah. “Pokok orange pulang. Sampun dugi pundi-pundi (sudah sampai mana-mana mencarinya). Tujuane yogane wangsul, mboten mikir nopo-nopo (Tujuannya anaknya pulang, tidak berpikir macam-macam),” harapnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Fiska Tanjung

12 Tahun Cari Diah, Keluarga Kehabisan Foto