JawaPos Radar | Iklan Jitu

Underpass Tol Malang-Pandaan Dikebut Tiga Bulan

12 Januari 2019, 21:23:56 WIB
Underpass Tol Malang-Pandaan Dikebut Tiga Bulan
Desain underpass Tol Malang Pandaan (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Pembangunan underpass di Tol Malang Pandaan, sudah mulai dilakukan sejak Kamis (10/1). Pembangunan diawali dengan pemasangan tiang pertama.

Kepada JawaPos.com, Direktur Utama Tol Malang Pandaan Agus Purnomo menjelaskan, rencananya under pass ini dibangun dengan melintasi jalur arteri nasional. Sehingga, jalur baru ini dibangun di atas jalur nasional.

Nantinya underpass akan dibangun di bawah Jalan Raya Singosari tepat di pintu keluar tol Pandaan-Malang di Karanglo.

Panjang ruas jalan yang dibangun sepanjang hampir 400 meter. Bentang sisi utara (arah Malang) 152 meter, bentangan tengah (persis posisi terowongan) 38 meter. Dan bentang sisi selatan (arah Surabaya) 153 meter.

"Kami juga membuat dengan lebar jalan cukup ya. Jadi ada empat lajur. Dua lajur untuk arah Malang ke Surabaya, dan sebaliknya," kata Agus, Sabtu (12/1).

Pembangunan underpass ini direncanakan akan memakan waktu tiga bulan. Padahal, lanjut Agus, waktu normalnya adalah lima bulan.

Tujuannya dikebut waktu pembangunan lebih cepat dari waktu normal, agar gangguan yang ditimbulkan tidak terlampau lama. Salah satu gangguannya adalah soal lalu lintas.

"Agar underpass bisa segera digunakan. Finishing kan bisa sambil jalan," katanya.

Tujuan dibangun underpass ini, kata dia, untuk mengurai kemacetan lalu lintas (Lalin) yang kerap terjadi di daerah tersebut.

Pilihan pembangunan underpass ini dipilih, setelah mempertimbangkan beberapa kajian tim. Dari hasil kajian tersebut pembangunan underpass dinilai lebih murah dan cepat dibandingkan dengan fly over.

Namun, soal biaya yang dibutuhkan, Agus tidak memberikan angka pasti. Alasannya, karena harus dihitung secara total dari semua aspek.

Namun, dia memperkirakan, proyek ini memakan dana lebih dari Rp 50 miliar. Namun tidak lebih dari Rp 80 miliar.

"Karena belum ada angka pasti, jadi saya nggak bisa ngomong. Takutnya sudah ngomong dan ada perubahan. Tapi kira-kira ya segitu (tidak sampai Rp 100 miliar)," tegas dia. 

Editor           : Yusuf Asyari
Reporter      : Dian Ayu Antika Hapsari

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini