alexametrics

SMK di Jateng Tak Langsung Bisa Jadi BLUD

12 Januari 2019, 13:12:39 WIB

JawaPos.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah (Jateng) berencana memilah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pasalnya, ada banyak faktor yang menentukan siap atau tidaknya sekolah tersebut.

Sekretaris Disdikbud Jateng Sulistyo menerangkan, tidak seluruh SMK bisa langsung menjadi BLUD. Pihak sekolah harus melakukan perencanaan dengan matang. “Ada banyak faktor yang harus dipenuhi untuk menjadi BLUD. Sehingga memang harus benar-benar dipilah, tidak semua sekolah,” kata Sulistyo, Sabtu (12/1).

Faktor yang dimaksud antara lain kemampuan sekolah dalam memenuhi target produksi. Kemudian yang tak kalah penting adalah kualitas sekolah itu sendiri.

Meski sebenarnya sekolah di Jateng yang mendapat fasilitasi teaching factory atau pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis dari Kemendikbud cukup banyak. Namun tetap saja tidak bisa mengesampingkan hal di atas.

Sebelumnya, Kemendikbud mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng agar mengubah status SMK menjadi BLUD melalui program teaching factory. Dengan demikian, produk yang dihasilkan siswa tidak hanya sebatas hasil praktek saja. Tapi juga dapat dipasarkan dengan standar industri yang dimiliki.

Mendikbud Muhadjir Effendi mengaku sudah mendapati karya-karya siswa yang layak dipatenkan dan diproduksi secara massal. Seperti saat mengunjungi SMKN 7 Kota Semarang beberapa waktu lalu.

Kala itu, Muhadjir menyarankan agar sekolah yang sudah menerima bantuan teaching factory untuk segera bertransisi menjadi BLUD. Karena hasil produksi nantinya juga bisa digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan sekolah itu sendiri.

Tak cuma melalui program teaching factory yang dirancang menjembatani antara sekolah dengan dunia industri yang memiliki kesamaan bidang keterampilan saja. Pemprov sendiri lewat Disdikbud juga telah memberikan bantuan peralatan.

Namun tetap harus diingat kalau kompetitornya nanti adalah industri lain di sekitar. Ini tak luput jadi bahan pertimbangan. “Jangan sampai fokus sekolah justru hanya terarah pada persaingan bisnis dan mengesampingkan perannya sebagai institusi sosial,” lanjut Sulistyo.

Akan tetapi jika menilik banyaknya bantuan teaching factory serta fasilitasi peralatan, pada prinsipnya sejumlah SMK di Jateng mampu bertransisi menjadi BLUD. ”Saya berharap segera disusun bersama-sama. Kewenangannya harus dibicarakan dengan Biro Hukum, BPKAD dan lain sebagainya supaya dapat berjalan dengan baik. Akan dibicarakan lagi dengan teman-teman lebih serius,” tutupnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Tunggul Kumoro

SMK di Jateng Tak Langsung Bisa Jadi BLUD